Gandeng Litbang Agama, Kemenag Sulsel Gali Potensi Kewirausahaan Pondok Pesantren Di Sulawesi Selatan.

Gandeng Litbang Agama, Kemenag Sulsel Gali Potensi Kewirausahaan Pondok Pesantren Di Sulawesi Selatan.

Makassar, (Almarhamah_News) – Besarnya potensi pesantren tergambar melalui kuantitasnya yang tersebar diseluruh wilayah Sulawesi Selatan, dari waktu ke waktu pesantren dan santri terus berkembang. Berdasarkan platform sistem pendataan Pendidikan di Kementerian Agama atau dikenal EMIS, data Agustus 2021 menunjukkan Pesantren di Sulawesi Selatan berjumlah 364 Pondok, dengan jumlah Santri, 88.619 jiwa.

Dengan jumlah yang begitu besar, Pesantren diharapkan mampu mendorong kemajuan secara mandiri lewat pengembangan kemandirian pesantren.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang PD. Pontren Kanwil Kementerian Agama Sulsel, Mulyadi saat menerima kunjungan kerja Peneliti Ahli Madya Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Kementerian Agama RI, Baso Marannu dan Amiruddin didampingi Kepala Seksi Pesantren dan Kesetaraan, Aminuddin di ruang kerja bidang, Rabu, (17/11).

Sejalan dengan itu, menurut Baso Marannu, Balai Litbang Agama tentu melalui fungsinya berniat melaksanakan kegiatan penelitian Agama dan perubahan Sosial dengan melakukan pengumpulan data lapangan APS menggali Potensi Kewirausahaan Pondok Pesantren di Sulawesi Selatan.

Salah satu fase pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan form data kepada seluruh Pesantren di Sulsel yang akan dilaksanakan selama 8 (delapan) hari sejak tanggal 17 sampai 24 November 2021, yang selanjutnya akan kami verified melalui uji lapangan di beberapa pesantren secara random di wilayah Kota Makassar, Kab. Maros dan Gowa, ujar Peneliti Ahli Madya ini.

Kepala Bidang PD. Pontren, Mulyadi menyampaikan apresiasi sekaligus menaruh harapan besar dengan pelaksanaan penelitian yang dilaksanakan dapat melahirkan ide dan konsep kemandirian dengan menggunakan aset yang ada dilingkungan pesantren untuk keberdayaan pondok dan masyarakat sekitar.

Disamping itu, Kemandirian pesantren menurutnya merupakan salah satu upaya edukasi sehari-hari yang bisa ditanamkan pesantren kepada santrinya yang bisa menjadi potensi sangat besar terutama menjawab derasnya perkembangan digitalisasi dan teknologi saat ini.

Perkembangan modern saat ini, Pesantren dengan santrinya harus disiapkan atau dibekali tidak hanya aspek religiusnya semata, melainkan perlu diasah kemampuan dalam pengembangan kewirausahaan, tutupnya.

Muh Fadli

Muh Fadli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *