Hadirkan Kasi Pontren Se Sulawesi Selatan, Bidang PD. Pontren Bahas Penguatan Pendidikan Keagamaan

Hadirkan Kasi Pontren Se Sulawesi Selatan, Bidang PD. Pontren Bahas Penguatan Pendidikan Keagamaan

Makassar, (Marhamah-News) —  Kepala Bidang PD. Pontren, H. Mulyadi memimpin Rapat Koordinasi penguatan kelembagaan Pendidikan Keagamaan Islam dengan menghadirkan seluruh Kasi Pontren/Pendis Kemenag Se Sulawesi Selatan, Senin, (01/11).

Sesuai Undang-undang 18 Tahun 2019, fungsi Pendidikan, Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat menjadikan Islam rahmatan lil alamin dan kebangsaan berdasarkan Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai nilai atau ruh pesantren.

Dalam menjaga keberlanjutan kualitas Pendidikan keagamaan Islam, Mulyadi mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama berperan bersama untuk menjaga dan meningkatkan kualitas Pendidikan yang saat ini sudah berjalan, salah satunya dengan melakukan pemutahiran data agar keberlanjutan fungsi dan kualitas Pendidikan dapat terjaga.

Menurut Kabid Pontren, terbitnya Perpres 82 tahun 2021 sebagai turunan UU 18 tahun 2019 tentang pendanaan pondok pesantren bersumber dari masyarakat, pemerintah Daerah dan sumber lain yang sah dan tidak mengikat serta dana abadi pesantren, menjadikan pesantren kini lebih terafirmasi sekaligus menjadi komitmen besar pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas Pendidikan pesantren.

Dikatakannya, tidak hanya bersumber dari internal Kementerian Agama saja, bantuan bagi pondok pesantren juga diberikan oleh beberapa Kementerian lain diantaranya, Kementerian Tenaga Kerja dengan fasilitas Balai Latihan Kerjanya dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang telah membantu mewujudkan fasilitas MCK, Sanitasi dan Rusunawa bagi pondok pesantren.

Karenanya, ia pun memberikan apresiasi kepada Kemenakertrans dan Kementerian PUPR yang telah mengalokasikan sejumlah bantuan dukungan penyediaan fasilitas bagi pondok pesantren. “kami mengucapkan banyak terima kasih, semoga bermanfaat untuk para santri di pondok pesantren.

Pada agenda yang lain, terkait penerimaan bantuan insentif Ustadz/Ustadzah pendidikan Alquran dan kelengkapan administrasi pencairan dan laporan Pertanggungjawaban, Mulyadi mengingatkan agar senantiasa merujuk kepada petunjuk teknis yang telah diterbitkan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI.

“Tetaplah waspada terhadap upaya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, keberpihakan pemerintah terhadap kaum sarungan dengan sederet afirmasinya membuat marak beredar surat palsu tentang bantuan, untuk itu kami minta agar tetap berkoordinasi”, tegas pria yang akrab disapa Ady ini.

Menutup pertemuan, Mulyadi tidak lupa menyampaikan apresiasi yang tinggi atas setiap upaya yang telah dilakukan Kementerian Agama Kab/Kota beserta stake holdernya turut serta memeriahkan peringatan hari santri tahun 2021.

Muh Fadli

Muh Fadli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *