Tepis Hoax, H. Mulyadi Pastikan Kemenag Kembali Siapkan Bantuan bagi Pesantren di Tahun Ini

Tepis Hoax, H. Mulyadi Pastikan Kemenag Kembali Siapkan Bantuan bagi Pesantren di Tahun Ini
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pangkep, MarhamahNews – Kepala Bidang PD. Pontren Kanwil Kemenag Sulsel, H. Mulyadi menjelaskan bahwa Kementerian Agama telah menyiapkan program penguatan dan pengembangan pondok pesantren.

Hal ini sampaikan dihadapan puluhan pimpinan dan operator Pondok Pesantren di Kab. Pangkep dalam kegiatan bertajuk sosialisasi petunjuk teknis pendaftaran keberadaan pondok pesantren, Selasa, (16/02), dengan tetap mengedepankan protokol Kesehatan.

Sejumlah program afirmasi ini telah disiapkan Kementerian Agama sejak lahirnya UU 18 tahun 2019 tentang Pesantren atas jaminan kesetaraan mutu penyelenggaraan pesantren.

Ada 9 aspek pokok dalam program afirmasi pesantren yakni mencakup Penataan satuan program pendidikan, penguatan nilai kepesantrenan, penjaminan mutu, perbaikan fasilitas sarpras, beasiswa, sinergi pengembangan lifeskill, pengembangan ekonomi pesantren, event nasional, serta kebijakan dan afirmasi khusus, ujarnya.

Lebih dalam, H. Mulyadi menjelaskan bahwa bantuan BOS dan PIP juga akan segera digelontorkan oleh Kementerian Agama yang saat ini telah memasuki tahap pemenuhan data ditambah setidaknya tidak kurang dari 1500 pondok pesantren akan menerima bantuan sarana dan prasarana dari Kementerian Agama.

“ini menepis berita yang selama ini beredar bahwa kementerian agama akan menghilangkan bantuan bagi pondok pesantren tahun ini, dan kami pastikan bahwa berita itu adalah hoax”, tegasnya.

Disamping itu, bantuan bagi pesantren juga hadir lewat kementerian lain melalui koordinasi Direktorat Pendidikan Pondok Pesantren diantaranya lewat Kementerian PUPR yang akan membantu memberi dukungan pembangunan sarana dan prasarana di pesantren.

Sebanyak 235 pesantren di Sulawesi Selatan akan mendapat bantuan pembangunan sarana MCK mencakup fasilitas mandi cuci serta tempat wudhu yang dilakukan bertahap hingga tahun 2023 oleh Kementerian PUPR.

Dilaporkan : Muh Fadli
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Arfan

Arfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *