Kepala Bidang Penaiszawa menerima Karya Besar Pokjaluh Sulsel

Kepala Bidang Penaiszawa menerima Karya Besar Pokjaluh Sulsel
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Makassar, MarhamahNews – Ketua Pokjaluh Sulsel,  Dr. H. Saifullah Rusmin, M.Th.I, didampingi Tim Perumus Bukti Fisik Kinerja Penyuluh Agama serta beberapa pengurus Pokjaluh Sulsel melakukan silaturahim kepada Kepala Bidang penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Dr. KH. Kaswad Sartono, M.Ag, senin 8 Februari 2021.

Selain sebagai kunjungan untuk memberi ucapan selamat atas pelantikan sebagai Kepala Bidang pada tanggal 1 Pebruari 2021 lalu,  Ketua pokjaluh sulsel juga melaporkan hasil kerja Tim Perumus dan menyerahkan Naskah Panduan Administrasi dan Bukti Fisik Beban Kerja Penyuluh Fungsional”

Tim yang dibentuk pada Maret 2020 lalu mengemban tugas menyusun panduan yang dapat membantu penyuluh Agama Fungsional untuk melaporkan kinerja dan menyusun DUPAK secara mandiri. Tim Perumus beberapa kali melakukan pertemuan secara luring dan daring.  Meskipun terkendala oleh Covid-19 namun tim berhasil menyelesaikan tugas dipertengahan Januari 2021.

Selama ini yang menjadi kendala umumnya penyuluh agama fungsional adalah belum adanya pedoman yang dijadikan acuan dalam pelaporan kinerja dan penyusunan Dupak. Kenyataan ini membawa implikasi kepada terlambatnya kenaikan pangkat dan tidak efektifnya pelaksanaan kinerja kepenyuluhan,  sebab banyak waktu yang tersita untuk sekedar menyusun laporan.

Karena itu Naskah yang kemudian nanti akan diterbitkan sebagai buku Panduan tersebut merupakan karya monumental pokjaluh Sulsel yang diharapkan dapat membantu para penyuluh agama dalam menjalankan tugas pokoknya.

Mewakili Tim Perumus,  Ketua Tim,  Dr. Hj. Masniati, S.Ag.M.Pd.I menyerahkan naskah rumusan tersebut kepada kepala Bidang Penais Zawa Bapak Dr. KH. Kaswad Sartono, M.Ag didampingi oleh Ketua Pokjaluh Sulsel dan disaksikan oleh beberapa anggota tim perumus dan Ust. Hasan Pinang, M.Pd.I, perwakilan Bidang Penaiszawa dalam proses penyusunan naskah panduan tersebut.

Dengan penuh suka cita Kepala Bidang Penaiszawa menerima naskah tersebut dan mengapresiasi hasil kerja Tim.

Dalam arahannya,  Dr. KH. Kaswad Sartono, M.Ag yang juga merupakan Ketua DPW PGMI (Persatuan Guru Madrasah Indonesia) Sulsel menyampaikan beberapa program unggulan yang berkaitan dengan Peningkatan profesionalisme penyuluh agama.

Menurutnya, seluruh penyuluh agama dituntut untuk memiliki satu spesialisasi bidang penyuluhan di samping tentunya menguasai bidang-bidang yang lain. Ibaratnya dokter spesialis,  ia menguasai persoalan-persoalan kesehatan secara umum.

Ia menambahkan, penyuluh harus menjadi motor penggerak di tataran masyarakat untuk pelaksanaan lima program strategis penaiszawa yang baru dicanangkan yaitu;  peningkatan kompetensi dan kompetisi prestasi al-Qur’an, profesionalisasi SDM ASN dan Penyuluh agama untuk dakwah agama dan kebangsaan,  pemberdayaan HBI,  publikasi dan lembaga Islam menuju masyarakat yang shaleh dan moderat,  mendorong terwujudnya kesejahteraan umat melalui filantropi zakat dan wakaf,  mendorong terwujudnya dakwah milenial berbasis IT.

Diingatkan pula bahwa penyuluh agama harus berada di garda terdepan dalam mensukseskan program dan kebijakan pemerintah, melakukan pelayanan publik dan menjadi pemersatu bangsa, di tengah merebaknya isu-isu radikalisme, intoleransi, penolakan Pancasila dan NKRI.

Beliau juga mengharapkan para penyuluh dapat menggerakkan potensi masyarakat dalam berzakat dan berwakaf. Untuk hal ini, Penaiszawa telah bertemu dengan Baznas Sulawesi Selatan untuk memberdayakan penyuluh agama untuk melipatgandakan pengumpulan zakat dan menyentuh potensi zakat pertanian yang belum terjamah dengan maksimal. (rls)

 

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Arfan

Arfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *