Closing KKN DK UINAM di Selayar, Beri Cenderamata kepada Kakanwil Kemenag Sulsel

Closing KKN DK UINAM di Selayar, Beri Cenderamata kepada Kakanwil Kemenag Sulsel

Selayar, MarhamahNews – Sebanyak 37 orang mahasiswa kuliah kerja nyata dari kampung (KKN DK) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), ditarik kembali ke kampus, setelah melakukan pengabdian selama 45 hari, di Kabupaten Kepulauan Selayar, Ahad, 29 November 2020. Selain 37 orang di Selayar, juga ada satu orang di Manado (Sulut) yang juga ditarik bersamaan.

Pengelola KKN Kabupaten Kepulauan Selayar, Taufan Makmur, S.Ag, melaporkan, di acara closing atau penarikan kembali mahasiswa KKN diisi seminar yang juga dihadiri Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Khaeroni dan Kepala Kemenag Selayar, Nur Aswar Badulu, serta penyerahan cendera mata kepada kedua pejabat Kemenag Sulsel itu.

Selama bertugas melakukan pengabdian, lanjut Taufan Makmur yang juga staf LP2M UINAM, mahasiswa KKN ikut berpartisipasi di kegiatan kemasyarakatan, baik pengabdian yang sifatnya umum, seperti kerja bakti dan gotong royong dalam membersihkan lingkungan, juga kegiatan yang bersifat keagamaan, seperti melakukan pembinaan di masyarakat, berupa penyuluhan agama juga membina santri dan santriwati TPA, dan begitu juga penyampaian ceramah agama dan pembinaan majelis taklim. Melakukan kemitraan dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan.

Kakanwil, H. Khaeroni berpesan agar mahasiswa tetap mempertahankan identitas, sebagai ilmuwan dan tidak lepas dari peran pengabdiannya kepada masyarakat. Mahasiswa menunjukkan ciri dan kerjasama dengan masyarakat.

“Mahasiswa adalah kaum intektual yang senantiasa dituntut bisa memberikan pencerahan, dan membantu kesulitan kesulitan yang dialami masyarakat, seperti pembinaan keagamaan,” tandas Kakanwil.

Kepala Kemenag Selayar Nur Aswar Badulu berpesan, agar mahasiswa menjadi motivator dan dinamisator, dalam pembangunan. “Mahasiswa adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat, sehingga masyarakat berharap bantuan dan pengabdian, utamanya di saat ada KKN,” papar Nur Aswar Badulu.

Pihak Kemenag Selayar berharap, ke depan KKN tetap bisa di tempatkan Kabupaten Kepulauan Selayar. Karena mereka dapat membantu dan mengabdi di tengah tengah nasyarakat. (rls)

Arfan

Arfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *