Pemateri Pada Penguatan Layanan KUA Berbasis IT, KH. Khaeroni : Bolehkah Nikah Virtual ?

Pemateri Pada Penguatan Layanan KUA Berbasis IT, KH. Khaeroni : Bolehkah Nikah Virtual ?
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pinrang, MARHAMAHNEWS – Kementerian Agama Kab. Pinrang melalui Seksi Bimas Islam dan Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) menggelar Bimbingan Teknis Penguatan Layanan KUA Berbasis IT dan Penguatan Layanan Manasik Haji Sepanjang Tahun. Jumat 6 Nopember 2020.

Kegiatan yang dihelat di Aula Kantor Kemenag Kab. Pinrang ini dibuka oleh Kakanwil Kemenag Sulsel KH.Khaeroni, dan dihadiri oleh sejumlah pejabat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Terlihat hadir Wakil Bupati Pinrang, Drs.H.Halimin, M.Si, Ketua MUI Kab.Pinrang KH. Abd Salam Latarebbi, Kabag TU, Kabid PHU dan Kabid PAIS Kanwil Kemenag Sulsel, serta Kakan Kemenag Kab. Pinrang besama jajarannya.

Adapun peserta kegiatan ini adalah para Kepala KUA se Kab.Pinrang, para Penyuluh Agama Islam, operator SIMKAH, Calon Jemaah Haji serta para pembimbing haji dan KBIH se Kabupaten Pinrang.

Seremoni pembukaan diawali sambutan Kakan Kemenag Kab. Pinrang, dilanjutkan dengan sambutan Wakil Bupati.

Wabup H.Halimin dalam sambutannya mengungkapkan bahwa hubungan dan sinergitas antara Pemda dan Kemenag Pinrang selama ini sangat baik dan harmonis.

“Kita tingkatkan hubungan ini, apalagi Pemda punya visi religius sehingga kami tak bisa bekerja tanpa bantuan Kementerian Agama”, ujar Halimin.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Sulsel, KH.Khaeroni dalam arahan dan materinya, secara khusus menyoroti menculnya berbagai persoalan di KUA sebagai dampak dari pandemi covid- 19.

“Ini perlu kita pikirkan bersama terutama persoalan yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya bahwa kita diperhadapkan dengan wabah corona. Ada persoalan yang muncul ketika calon pengantinnya berada jauh di suatu tempat yang berbeda dan tidak bisa bertemu. Bolehkan nikah secara virtual”, kata Khaeroni sembari melirik Ketua MUI Pinrang mempertanyakan hal ini.

Lanjutnya, bahwa jika kita telah berkomitmen menggunakan IT, maka kita sudah punya modal dasar yang luar biasa berupa KTP elektronik, dimana semua data sipemilik sudah jelas.

“Lalu kenapa masih harus menggunakan pengantar dari RT, RW dan kelurahan. Kalau IT kita upayakan kemudian proses manual  juga kita laksanakan berarti sesungguhnya kita dua kali kerja dan itu tidak efisien. Ayo mari kita renungkan bersama”, imbuhnya.

Mengenai imbas pandemi terhadap pelaksanaan ibadah haji dan umrah, KH.Khaeroni sebagaimana pada setiap kesempatan menyampaikan bahwa pasca Kerajaan Arab Saudi membolehkan kembali pelaksanaan ibadah umrah yang dibarengi dengan aturan yang sangat ketat, maka hal yang perlu diantisipasi adalah persoalan turunan dari kebijakan tersebit.

“Tentu akan muncul masalah turunan dari kebijakan ini yang berimplikasi terhadap timbulanya biaya-biaya tak terduga yang kita tidak tahu kepada siapa akan dibebankan”, pungkasnya.

Rilis : Andi Baly, S.Sos
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Andi Baly

Andi Baly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *