Secara Virtual, Bidang Penaiszawa Kemenag Sulsel Kembali Bina Penyuluhnya

Secara Virtual, Bidang Penaiszawa Kemenag Sulsel Kembali Bina Penyuluhnya
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Makassar, MarhamahNews – Sebagai penyuluh Agama harus benar-benar menjadi teladan dan panutan di tengah masyarakat, mengingat tugas penyuluh sebagai pemberi ilmu, pencerah masyarakat, dan membina akhlaq.

“Penyuluh Agama Islam merupakan garda terdepan dalam membina masyarakat, serta senantiasa menjunjung tinggi citra Kementerian Agama. Penyuluh Agama Islam harus menyadari bahwa fungsi Penyuluh Agama adalah Informatif, Edukatif, Konsultatif, dan Advokatif,”

Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (penaiszawa) Kanwil Kemenag Sulsel, H. Rappe saat memberikan materi pada Pembinaan dan Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam Fungsional, Kamis (5/11/2020), secara Virtual.

Ia menambahkan bahwa, silahkan penyulu meramu materi penyuluhan, asalkan materi itu bisa membangkitkan kesalehan secara vertikal (Hablum Minallah) dan kesalehan horisontal (Habdul Minnas).

“Intinya bagaimana memberikan pencerahan, mencerdaskan, jangan justru materi yang membuat orang semakin jauh dari nilai-nilai agama”.

Sementara itu, kepala seksi Penyuluh Agama Islam dan Sistem Informasi pada Bidang Penerangan Agama Islam Kanwil Kemenag Sulsel, H. Misbahuddin menyampaikan materi, “Strategi Penggunaan Media Penyuluh di era Pandemi”.

Ia menyampaikan bahwa dimasa pandemi seperti sekarang ini, penyuluh dituntut dapat memanfaatkan media sosialisasi dalam menyampaikan penyuluhan.

“Di era sekarang dakwah secara virtual menjadi pilihan terbaik saat ini, terutama untuk mencegah perluasan virus covid 19”, ujarnya.

Menurut Misbahuddin, salah satu inovasi kegiatan yang dilakukan di masa pandemi yaitu dengan memanfaatkan media sosialisasi.

“Penyuluh dituntut untuk kreatif dalam membuat konten Dakwah di Medsos Seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan media sosial lainnya”, Jelasnya.

Ia juga berharap penyuluh selalu mengupdate informasi terkini sebagai bahan rujukan dalam membuat konten dakwa via medsos.

Sekedar diketahui, pembinaan Penyuluh yang diselenggarakan Bidang Penaiszawa kali ini, merupakan kegiatan angkatan kedua, diikuti sekitar 81 orang perwakilan penyuluh Agama Islam kabupaten/kota se Sulawesi Selatan.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Arfan

Arfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *