Buka MGMP, H. Wahyuddin Harapkan Ada Keterikatan Batin Guru dan Madrasah

Buka MGMP, H. Wahyuddin Harapkan Ada Keterikatan Batin Guru dan Madrasah
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Watampone, MarhamahNews – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) adalah satu model yang digunakan untuk peningkatan kompetensi pembelajaran para guru. MGMP ini akan menjadi pola bimbingan teknis, pola pelatihan yang dilakukan dengan cara memanggil guru-guru ke satu titik kumpul. Misalkan yang digelar di MTsN 1 Bone, Selasa (27/10/2020).

MGMP yang digelar di MTsN 1 Bone bersifat universal. Berdasarkan pantauan pada acara pembukaan, tidak hanya diikuti guru sesama mapel sejenis atau mungkin serumpun akan tetapi semua guru dari berbagai mapel mengikuti kegiatan. Hingga guru harus mengambil tempat di luar ruangan akibat tidak kebagian tempat dalam kelas yang masing-masing suda jaga jarak aman.

Kegiatan MGMP yang berlangsung di MTsN 1 Bone ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone Dr. H. Wahyuddin Hakim, M.Hum. turut hadir mendampingi sekaligus menjadi moderator Kasubag TU Kantor Kemenag Bone H. Ahmad Yani, S.Ag., M.Ag. Hadir pula Kepala Seksi Penmad Kantor Kemenag Bone Drs. H. Kasmaruddin, M.Pd sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Kakan Kemenag Bone H. Wahyuddin mengharapkan agar guru yang hadir memanfaatkan kegiatan MGMP untuk peningkatan profesionalitas guru.

“MGMP adalah wadah yang paling baik untuk berdiskusi dan guru yang mengikuti MGMP peduli terhadap profesi”, ujar H. Wahyuddin.

Disisi lain, Kakan Kemenag Bone mengharapkan agar guru punya keterikatan batin dengan madrasah sebagai tempat mencari rezki utuk menyambung hidup dan mencerdaskan anak bangsa. “Guru yang suda tinggalkan madrasah, diharapkan ada ikatan batin, tetap ada rasa cinta kepada madarasah”, harapnya.

Antusias guru mengikuti MGMP semakin besar ketika masuk pada sesi tanya jawab sesuai dengan spirit telah diberikan oleh Kakan Kemenag Bone yaitu “Saya Bisa Karena Mau”. Kegiatan ini akan menjadi kesempatan yang baik bagi guru dalam mencari solusi dari setiap masalah yang dihadapi dalam pengembangan keprofeional guru.

Dilaporkan : Ahdi Hidayat
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Arfan

Arfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *