Polda dan Kanwil Kemenag Sulsel Sepakat Rangkul Eks Napinter Melalui Pendekatan Agama

Polda dan Kanwil Kemenag Sulsel Sepakat Rangkul Eks Napinter Melalui Pendekatan Agama
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Makassar, MARHAMAHNEWS – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan, Drs. KH. Khaeroni, M.Si sowan ke Kapolda Sulsel, Irjen Pol.Drs.Merdisyam M.Si guna bersilaturrahmi sekaligus mendiskusikan kemungkinan kelanjutan kerjasama antara kedua lembaga ini. Selasa, 13 Oktober 2020.

“Terimakasih atas kerjasama Polda yang sudah sedemikian baik selama ini, terutama didalam memback up penuh berbagai event yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Sulawesi Selatan, seperti pelaksanaan ibadah haji”, ucap Kakanwil memulai percakapan.

“Sebagai Kakanwil yang baru, tentu berharap kerjasama yang sudah berjalan baik selama ini terus berkembang, terutama yang berkaitan dengam tugas pokok kelembagaan Polri maupun kelembaggan Kementerian Agama yang begitu besar”, lanjutnya.

Kakanwil Khaeroni yang hadir bersama
Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Dr.H.Kaswad Sartono dan Kabid Pendidikan Agama Islam, Dr.HM.Rasbi serta Kassubag Ortala dan KUB, H.Hasbullah Muntu, mengatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan ada persoalan-persoalan yang belum diselesaikan di Kemenag Sulsel. “Mohon bapak Kapolda agar ini bisa dibina bersama dalam penyelesaiannya”, pintanya.

Kakanwil kemudian mengungkapkan keinginannya untuk membentuk tim pendampingan yang melibatkan Kepolisian, Kejaksaani, dan BPKP. “Tim ini nantinya akan melibatkan berbagai instansi, tegantung program dan kegiatan yang dilaksanakan. Untuk itu kami mohon dukungan dari Polri”, harap Khaeroni.

Irjen Pol. Merdisyam yang dilantik sebagai Kapolda Sulsel pada tanggal 4 Agustus 2020 ini menyatakan kesiapannya untuk membantu dan mendukung program Kakanwil Kemenag Sulsel.

“Kami siap membantu, apalagi sudah menjadi kewajiban kami dalam melakukan pendampingan. Tugas utama kami adalah bagaimana kita dapat memberikan bantuan atas apa yang dikeluhkan oleh intansi terkait”, ucapnya.

Kapolda kelahiran Jakarta, 4 Mei 1968 ini kemudian membeberkan tentang keberadaan Dai Kamtibmas yang dimiliki oleh Polda Sulawesi Selatan.

“Dai Kamtibmas kami mempunyai kekuatan yang cukup besar karena setiap Polres ada. Dai ini bukan dari luar tapi dari internal Polri yang dibina sendiri bahkan kita pesantrenkan”, ungkap Irjen Pol. Merdisyam.

Kata Kapolda, banyak hal yang bisa dikerjasamakan antara Polda dan Kanwil Kemenag Sulsel, seperti sinergitas Dai Kamtibmas dengan program-progeam yang ada di Kemenag.

“Kita bisa menjalin kerjasama, karena
pesan-pesan Kamtibmas, atau pesan-pesan kepada masyarakat lebih mudah menyampaikan jika lewat pedekatan agama”, ujarnya.

Pada kesempatan ini, Direktur Intelkam Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Witnu Urip Laksana yang turut mendampingi Kapolda menanyakan tentang program Kemenag untuk deradikalisasi, mengingat di Sulsel, menurutnya, banyak eks napinter (narapidana teroris) dan deportan.

KH.Khaeroni menanggapi, bahwa sekarang ini Sulsel mendapatkan jatah 800 penceramah yang dibekali tentang wawasan kebangaaan, sehingga diharapkan mereka dapat menyampaikan dakwah bil hikmah bil mauizah hasanah.

“Saya cenderung tidak menggunakan kata-kata radikalisme untuk merespon mereka. Itu semata hanya karena kita berbeda cara pandang, cara pikir, cara penyampaian dan cara mengaktualisasikan. Bahwa ada yang keras, sedang dan lembut itu persoaalan perbedaan yang harus dinikmati. Dan kalau sudah menyangkut gerakan pisik, seperti merusak dan melakukan tindakan pidana maka itu adalah ranahnya Bapak Kapolda. Tugas kami hanya membina”, jelas Khaeroni.

“Saya mohon ijin pak Kapolda untuk menggunakan istilah-istilah yang lebih soft dan lebih bisa diterima oleh mereka”, tutup Kakanwil Kemenag Sulsel.

Menyikapi hal ini, Kapolda Irjen Pol. Merdisyam yang lulus AKABRI tahun 1991 ini menyetujui permintaan Kakanwil dan menyampaikan harapannya agar terjadi kolaborasi Polri dan Kementerian Agama dalam upaya merangkul para eks napinter dan deportan dengan lebih mengedepankan pendekatan dari aspek keagamaan.

Dilapirkan : Andi Baly, S.Sos
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Andi Baly

Andi Baly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *