Berkunjung ke Sulsel, Wamenag Serahkan BOP kepada 1945 Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam

Berkunjung ke Sulsel, Wamenag Serahkan BOP kepada 1945 Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Makassar, MarhamahNews – Ditengah situasi pandemi seperti sekarang ini, segala aktifitas kehidupan berjalan dengan segala keterbatasannya, terpaksa semuanya kita lakukan dalam keadaan yang tidak normal, termasuk pada sektor pendidikan.

“Proses belajar mengajar tidak boleh berhenti, anak-anak kita berhak mendapat pendidikan yang baik, anak-anak kita harus juga dipersiapkan menjadi generasi yang unggul, generasi yang berprestasi dalam rangka menghadapai tantangan era kedepan”.

Salah satu syarat Indonesia menjadi negara yang unggul ketika SDM benar-benar bisa bersaing kompetitif bukan hanya ditingkat regional maupun juga ditingkat global.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa’adi dalam sambutan singkatnya pada gelaran Launching Madrasah Digital yang dirangkaikan dengan Penerimaan bantuan Covid bagi Pondok Pesantren, MDT dan TPQ se-Sulawesi Selatan, bertempat di MTsN 1 Makassar, Jumat (09/10/2020) dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kota Makassar, tanggal 09 s/d 10 Oktober 2020.

Sebanyak 1945 lembaga pendidikan Keagamaan Islam yang terdiri dari 192 Pondok Pesantren, 411 Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan 1342 Taman Pendidikan Al-Quran se-Sulawesi Selatan mendapat Bantuan Operasional Pendidikan atau yang dikenal dengan BOP pada masa pandemi Covid 19 yang secara simbolis diserahkan Wakil Menteri Agama RI kepada Ponpes DDI As Salman Allakuang Kab. Sidrap, Ponpes Ash Shalihin Kab. Gowa, MDT Geraldin Mallengkeri Kota Makassar, MDT Bawapitu Kab. Pangkep, TPQ Muwafaqatul Qurra Kota Makassar dan TPQ Nurul Hikmah Kab. Gowa.

Wamenag juga mengakui telah menjalin koordinasi bersama Menteri BUMN dan Kementerian lainnya. Bagaimana merumuskan proses belajar mengajar itu dapat berjalan dengan baik, semua yang terlibat didalamnya baik itu siswa, guru, orang tua dan tenaga kependidikan dari mulai tingkat RA hingga ke Perguruan tinggi, yang artinya pemerintah benar-benar serius menghadapi tantangan yang kita hadapi seperti saat sekarang ini, karena mencerdaskan kehidupan bangsa menjadi bagian yang tidak boleh kita lupakan karena merupakan amanat konstitusi kita, cita-cita para pendiri bangsa kita, akunya.

Sebelumnya, Kakanwil Kemenag Sulsel, KH. Khaeroni menyampaikan perkembangan pendidikan di Sulawesi Selatan sangatlah baik, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu barometer ditengah situasi pandemi covid-19 saat ini.

Dilaporkan : Muh. Fadli
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Arfan

Arfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *