125 Data Calon Penerima Bantuan Intensif GBPNS di Validasi

125 Data Calon Penerima Bantuan Intensif GBPNS di Validasi
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bulukumba, MarhamahNews – Melalui Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS), 125 calon penerima bantuan intensif bagi guru bukan PNS mata pelajaran PAIS berstatus non sertifikasi diverifikasi keabsahan datanya di aula Kantor Kemenag Bulukumba, rabu (07/10/2010).

Kepala Seksi PAIS, H. Arifin menyampaikan validasi data calon penerima bantuan intensif GBPNS belum tersertifikasi ini merupakan amanat Kanwil Kemenag Sulsel melalui Bidang PAIS yang datanya diambil dari aplikasi SIAGA (Sistem Informasi dan Administrasi Guru Agama).

Disampaikannya pula, untuk tahun ini, Bulukumba mendapatkan penambahan kuota penerima bantuan intensif untuk GBPNS yang cukup siginifikan jika dibandingkan dengan jumlah penerima pada tahun lalu yang berjumlah 90 orang.

Kasi PAIS juga melaporkan di masa pandemi covid-19 ini, bersama pengawas PAIS telah memantau kegiatan pembelajaran di sekolah dan dinilainya sangat positif karena guru tetap bergeliat melaksanakan pembelajaran baik daring maupun luring.

Pada validasi data ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba, H. Ali Yafid menyampaikan terima kasih atas perhatian GBPNS yang menindaklanjuti persyaratan penerima bantuan intensif ini.

Selain sebagai momentum bermuwajahah dan bersilaturahmi, Kakan Kemenag memandang kegiatan ini sebagai pengobat kerinduan karena telah terlalu lama tidak bersua dengan para guru PAIS akibat pandemi covid-19.
Dalam validasi data ini, Kakan Kemenag meminta agar jajaran seksi PAIS dan Pengawas dapat mendampingi para guru PAIS dan segera menindaklanjuti jika ada kekurangan persyaratan yang dibutuhkan.

Kakan Kemenag meminta kelada GBPNS calon penerima bantuan intensif ini tidak mempercayai oknum yang mengeruk manfaat untuk kepentingan pribadi.

“bantuan ini langsung ke rekening penerima, biasanya ada orang yang mengaku menjadi pahlawan dengan meminta imbalan. Jangan percaya dengan makhluk seperti ini. Laporkan langsung ke saya jika ada seperti ini dan akan ditindaklanjuti sesuai regulasi” terang Kakan Kemenag.

Kepada Kasi PAIS, staff prlaksana, pengawas dsn para pendidik, Kakan Kemenag mengamanatkan bahwa pekerjaan adalah ladang ibadah aparatur negara dan mengharapkan para pendidik agar tidak stagnan mengetuk pintu-pintu kesejahteraan termasuk kelengkapan data pendidik untuk penerimaan tunjangan profesi dan penerimaan bantuan intensif.

“Jika disebabkan kemenag Bapak/ibu tidak senang mengajar, maka saya yang berdosa” jelas Kakan Kemenag.

Kakan Kemenag meminta agar guru PAIS tetap semangat melaksanakan pembelajaran meski masa belajar dari rumah dipeepanjang hingga 19 Oktober mendatang sesuai edaran Bupati Bulukumba. (sfl)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Syaiful

Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *