Minimalisir Penyebaran Covid 19, 14 KUA di Makassar Gunakan Mesin EDC

Minimalisir Penyebaran Covid 19, 14 KUA di Makassar Gunakan Mesin EDC
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

MakassarMarhamahNews – 14 Kantor Urusan Agama (KUA) se Kota Makassar mulai hari ini, Kamis (24/7) Resmi menggunakan alat transaksi mini non tunai atau Elektronic Data Capture (EDC).

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Makassar, H. M. Arsyad saat memberi sambutan pada acara Launching EDC di Aula kantor.

Setelah direncanakan pada tanggal 22 Juni lalu, pada hari ini seluruh KUA di Kota Makassar sudah dapat menggunakan alat transaksi mini non tunai. Kehadiran alat ini merupakan hasil inovasi dari Direktorat Bimas Islam Kementerian Agama RI untuk meningkatkan pelayanan di seluruh KUA. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian kondisi pandemi yang saat ini masih berlangsung.

“Hadirnya alat ini maka masyarakat tidak lagi antri atau berkerumun di Bank atau ATM, karena di KUA mereka sudah dapat membayar biaya nikah hanya dengan menggesek kartu ATM”, terang Kakan Kemenag.

Tugas kita selanjutnya adalah bagaimana caranya agar penggunaan alat ini dapat disosialisasikan kepada seluruh masyarakat di wilayah kerja masing-masing KUA. Kehadiran alat ini juga secara otomatis menjawab pertanyaan masyarakat besaran nilai yang harus dibayar untuk biaya nikah.

H. M. Arsyad berpesan untuk tetap membangun sinergitas melalui komunikasi agar dapat melahirkan keberkahan sehingga pelaksanaan instruksi Direktorat Bimas Islam Kemenag RI, dalam rangka mencermati kondisi pandemi saat ini.

Selain itu, ia menghimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dengan menjaga jarak dan tetap pakai masker, pungkas Kakan Kemenag sebelum meresmikan pengunaan EDC.

Asisten Manager Bank Rakyat Indonesia (BRI) Somba Opu, Yusuf Marasabessy memaparkan bahwa kehadiran EDC di KUA merupakan program pemerintah melalui Kemenag dan BUMN dan diimplementasikan oleh BRI dan Kemenag Kota Makassar.

“BRI Somba Opu dan Kemenag Makassar saya ibaratkan seperti suami isteri, dapat dibilang kerjasama sudah terbangun sejak lama” ungkapnya yang disambut tepuk tangan peserta launching yang hadir.

Yusuf menuturkan bahwa Kepala KUA tidak perlu khawatir dalam penggunaan alat EDC ini, karena seluruh operasional penggunaannya merupakan tanggung jawab BRI, mulai dari pengadaan alat, kertas, dan termasuk pelatihan penggunaan alat akan ditanggung sepenuhya oleh BRI.

“Kami gambarkan bahwa penggunaan EDC juga bertujuan untuk menghindari penggunaan uang kertas yang rentan sebagai sarana penyebaran virus, menghindari penyebaran uang palsu, termasuk pembayaran yang tidak sesuai dengan nominal yang seharusnya dibayarkan, bahkan juga dapat menghindari terjadinya penyalahgunaan wewenang di lapangan” paparnya.

Alat ini juga dapat digunakan transaksi mulai penyetoran biaya nikah, transfer antar bank, bayar cicilan, bayar listrik, beli pulsa, bayar asuransi dan pembayaran lainnya.

“Singkatnya, tranksaksi yang lazim dilakukan di ATM juga dapat dilakukan di KUA dengan adanya alat EDC ini”, imbuhnya.

“Kalau ada kendala teknis penggunaan alat, misalnya mati lampu, dana tidak masuk, kertas tidak terprint dan lain sebagainya, maka disilahkan Kepala KUA atau operator yang ditugaskan untuk menelpon ke kantor BRI, dan kami siap membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi”, pungkas Yusuf.

Launching penggunaan alat gesek ATM ini dilaksanakan oleh Kepala Seksi Bimas Islam, H. Tompo kerjasama dengan BRI, dan dihadiri oleh beberapa Kepala KUA dan staf yang dilaksanakan dengan mengikuti standar kesehatan, dimana jarak kursi diatur masing-masing berjarak minimal dua meter dan wajib memakai masker serta cuci tangan pakai sabun sebelum memasuki aula.

Laporan : Syahril
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Arfan

Arfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *