Catatan: Jalan Panjang Menembus Lokasi Bencana di Masamba

Catatan: Jalan Panjang Menembus Lokasi Bencana di Masamba
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

(Perjalanan Tim Peduli Bencana Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel ke Kabupaten Luwu Utara, Luwu dan Wajo)

Masamba, MarhamahNews – Hati siapa yang tidak teriris menyaksikan cuplikan video pendek dan photo-photo yang berseliweran di media sosial tentang ganasnya banjir bandang yang telah meluluhlantahkan wilayah Kabupaten Luwu Khususnya Kota Masamba dan sekitarnya.

Rasa kemanusiaan itu memanggil, rasa iba dan empati membuncah. Kodrat manusia sebagai makhluk sosial spontan menghadirkan rasa peduli. Kepedulian inilah yang menggerakkan rombongan Tim Kemanusiaan Kanwil Kemenag Sulsel menyusuri jalan panjang menuju lokasi bencana di Luwu Utara.

Mereka abai dengan rumor sulitnya akses menuju Masamba. Mereka acuh dengan cerita bahwa lokasi bencana masih porak poranda dan tidak ada penerangan di malam hari. Yang terbesit adalah bagaimana donasi yang telah dikumpulkan bisa tersalurkan secepatnya kepada korban terdampak.

Tim Kemanusian Peduli Bencana Kanwil Kementerian Agama Prov. Sulsel yang dikomandani langsung oleh Kakanwil H. Anwar Abubakar bertolak dari jalan Nuri Makassar usai sholat Jumat (17/7/2020), dan Dilepas Langsung oleh Kabag TU Kanwil H. Fathurrahman kemudian mengaso sejenak di salah satu site di Kota Parepare sambal menunggu sejumlah Rombongan dari Sejumlah Kakankemenag Kab. Kota yang sebelumnya sudah janjian kumpul di Kota yang berjuluk Bandar Madani. Dan setelah semuanya kumpul, iring iringan Rombongan Tim melanjutkan Perjalanan menuju Kota Belopa Kabupaten Luwu yang menjadi lokasi istirahat sementara sebelum melanjutkan ke titik kumpul selanjutnya sekaligus tempat istirahat bagi seluruh anggota tim yakni Kota Palopo, yang menjadi kabupaten terdekat dari Lokasi Bencana di Luwu Utara.

Tim Kemanusiaan Kemenag Sulsel ini berkekuatan 50-an unit Kendaraan Roda Empat, gabungan dari Tim dari Kanwil, UPT Asrama Haji Sudiang Makassar dan 9 Kemenag Kabupaten / Kota , dimana 8 diantaranya dipimpin langsung oleh Kakan Kemenag masing-masing (Kakankemenag Kota Makassar, Kab. Maros, Kab. Pangkep, Kota Parepare, Kab. Pinrang, Kota Palopo, Kab. Bone dan Kab. Luwu Timur yang saat itu juga sudah bergerak dari arah Luwu Timur yang merupakan kabupaten paling ujung Timur dari Prov. Sulsel dan akan bertemu dan berkumpul Bersama di Kota Masamba Luwu Utara Esok Harinya) beserta paket bantuannnya. Tentunya tidak ketinggalan tim dari ibu ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil dan DWP Kemenag Kabupaten / Kota.

Setelah melewati 6 Kabupaten / Kota dengan jarak tempuh sekira 420 kilometer, rombongan akhirnya tiba di Kantor Kemenag Kota Palopo tepat pukul 24.00 tengah malam. Di Bumi Sawerigading inilah tim merebahkan badan dan mengumpulkan energi untuk melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

Menuju Lokasi Bencana
Sabtu, tepat pukul 08.00 pagi (18/7/2020), tim kemudian berkumpul di satu titik di Sekitar Kantor Kemenag Kota Palopo lalu melanjutkan perjalanan ke Kota Masamba Kab. Luwu Utara yang berjarak 60 kilometer lebih dari Kota Palopo dengan dikawal langsung oleh sebuah kendaraan Patwal dari Bantuan dari Polres Kota Palopo.

Dan… ternyata, 5 kilometer sebelum memasuki wilayah Kota Masamba yang menjadi Ibukota Kab. Luwu Utara dan menjadi Lokasi terparah Terdampak bencana, terjadi pengalihan arah oleh Petugas Gabungan TNI, Kepolisian, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Pemkab Lutra, sehingga Bripka Jusman (17) dan Aipda Rahmat (20), petugas Patroli dan pengawalan (patwal) yang memandu rombongan dari Polres Palopo berkoordinasi dengan Polisi Lalu Lintas Luwu Utara untuk memastikan jalur yang akan dilalui. Rombongan kemudian diarahkan lewat jalur Salolemo Kecamatan Baibunta-Malangke Luwu Utara menuju lokasi bencana. Jalurnya memutar dan agak sempit dengan kondisi jalan yang Sebagian besar masih jalan tanah dan pengerasan serta padatnya kendaraan yang jumlahnya Ratusan Unit baik roda empat maupun roda dua yang juga memiliki tujuan sama yakni untuk memasok bantuan dan relawan maka sudah dipastikan suasananya menjadi macet dan laju kendaraan melambat, dan akibat lain dari jalur memutar ini, tentunya jarak yang ditempuh menjadi lebih jauh dibanding jalur normal (Poros Palopo – Masamba). Jalur alternatif ini memutar sekitar 15 km menuju Kota Masamba atau lokasi bencana.

Dishub dan Polantas Luwu Utara sengaja melakukan rekayasa lalu lintas guna menghindari penumpukan kendaraan di jalur poros utama. Dishub dan Kepolisian menetapkan Jalan Poros sebagai akses keluar dari lokasi bencana (Kota Masamba), dan jalan alternatif via Salulemo sebagai akses masuk menuju kota Masamba.

Tentunya kunsekuensi dari rekayasa lalulintas ini membuat jarak tempu menuju masamba relatif jauh (15 km) dan memakan waktu lebih 2 jam karena padatnya iring-iringan kendaraan pembawa bantuan, dibandingkan bila melewati dengan jalur normal (poros) yang hanya berjarak 3 km dan hanya ditempuh dalam waktu 5-10 menit saja.

Kakanwil beserta rombongan tiba di Kantor kemenag Kab. Lutra di Kota Masamba sekitar pukul 10.30 Wita, dan langsung meninjau kondisi sekeliling kantor yang sebagian besar masih tertutup lumpur setinggi kurang lebih 15 Cm, termasuk pagar samping Kantor yang Rubuh sepanjang 50 meter akibat Kerasnya terjangan banjir saat awal kejadian musibah banjir.

Selanjutnya Kakanwil beserta Rombongan termasuk Ketua dan Pengurus DWP Kanwil dan DWP Kemenag Kab./Kota menemui para korban bencana banjir dari keluarga dan warga Kemenag Lutra yang sudah berkumpul di Aula Kemenag Lutra yang masih Nampak berlumpur akibat sisa sisa banjir.

Suasana haru biru dan tetesan airmata tampak mewarnai pertemuan tersebut, sehingga ada sekitar 10 menitan suasana aula kemenag lutra hening sebelum pertemuan tersebut dibuka oleh Kakankemenag Lutra H. Nurul Haq.

Mengawali Sambutannya, Kakankemenag Lutra H. Nurul Haq meyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran orang nomor 1 nya Kemenag Sulsel beserta rombongan telah berkesempatan mengunjungi dan memberikan perhatian besar dan Bantuan buat Luwu Utara khususnya Keluarga besar dan warga Kemenag Lutra yang terkena imbas bencana banjir bandang yang terjadi senin dini hari lalu (13 Juli 2020).

Kakankemenag Lutra melaporkan sejumlah data Korban dan Kerusakan baik secara keseluruhan untuk Luwu utara dimana disebutkan oleh Badan Peanggulangan Bencana Prov. Sulsel bahwa pertanggal hari ini (Sabtu, 18 Juli 2020) jumlah Pengungsi sekitar 14.483 warga yang berasal dari Masamba 7.748 jiwa, Baebunta 5.808 jiwa, dan Sabbang 927 jiwa yang tersebar di beberapa titik pengungsian termasuk yang berada di pengunungan, sedangkan korban jiwa yang berhasil ditemukan dan dievakuasi sebanyak 36 orang dan yang hilang masih ada puluhan orang, termasuk salah satu diantaranya yang dikabarkan hilang adalah ASN Kemenag yang bernama Suryani beserta keluarganya (seorang Guru Madrasah DDI di Lutra) meskipun sepulang dari Luwu Utara, kabar terakhir yang diperoleh oleh Posko Bencana Kemenag Lutra bahwa Ibu Suryani dan keluarganya sudah ditemukan berada di salah satu lokasi pengungsian di area Pegunungan yang juga area perkebunan kelapa sawit, dan sementara dalam proses evakuasi oleh Tim dari Kemenag Lutra.

Sementara itu terdapat puluhan Warga Kemenag Lutra lainnya yang sempat didata mengalami kerugian materi akibat bencana tersebut, termasuk 5 orang warga Kemenag Lutra yang dikategorikan sangat parah, karena kehilangan rumah dan seluruh harta benda miliknya yang berada di rumah tersebut akibat tersapu oleh derasnya banjir. Dan kelima orang tersebut turut dihadirkan di pertemuan saat itu mewakili puluhan keluarga/warga Kemenag yang ikut terdampak bencana Banjir. (Data Sementara Warga Kemenag Lutra yang menjadi korban terdampak Bencana Banjir Bandang terlampir)

Bahkan Kakankemenag Lutra H. Nurul Haq dan Kasubag TU nya H. Muh. Alwi turut menjadi korban Banjir bandang tersebut, dimana Kediaman yang ditinggali keduanya yang kebetulan satu kompleks Sebagian besar terendam Air dan Lumpur setingggi 30 sampai 100 Cm sampai ke dalam rumah, sehingga saat ini pun keduanya masih mengungsi di kediaman kerabatnya.

Kakankemenag Lutra juga melaporkan sejumlah kerusakan yang dialami oleh Kemenag khususnya yang terkait fasilitas seperti pagar kantor yang roboh, sejumlah komputer dan peralatan elektronil ikut rusak akibat banjir, lemari meja kursi, berkas dan Dokumen administrasi serta barang lainnya baik di Kantor dan Masjid Kemenag lutra maupun di Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Negeri Lutra yang lokasinya berada di samping Kantor Kemenag Lutra. Bahkan menurut Data ada 7 Madrasah swasta dan 3 Pondok Pesantren ikut terendam air dan lumpur yang saat ini sementara didata kondisinya. (Data Sementara Kerusakan di Kantor Kemenag Lutra Terlampir)

Nurul Haq sangat berharap semoga fasilitar pokok dan penunjang bagi Kantor dan Madrasah serta Lembaga dibawah naungan Kemenag Lutra yang selama ini digunakan untuk melayani masyarakat bisa segera direhabilitasi dan tergantikan sehingga tugas pelayanan bisa tetap dilaksanakan, dan buat para keluarga dan Warga Kemenag yang menjadi korban atau terdampak bencana bisa segera terbantukan agar kehidupan mereka bisa kembali pulih dan normal, Harap Kakankemenag Lutra ini menutup sambutannya.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Prov. Sulsel H. Anwar Abubakar dalam sambutannya menyampaikan duka mendalam dari segenap keluarga besar Kementerian Agama Sulsel atas bencana yang melanda masyarakat Luwu Utara, khususnya warga Kemenag Lutra termasuk ucaapan duka khusus dari Menteri Agama RI yang dititipkan melalui Kakanwil.

Menurut Anwar Abubakar, Beberapa bulan terakhir ini Sejumlah daerah di Sulsel terkena bencana mulai dari Bencana Banjir Bandang di Kab. Bantaeng dan Jeneponto, disusul kemudian dengan Banjir di Kab. Luwu, Banjir Bandang di Luwu Utara serta yang terbaru adalah Banjir di Kab. Wajo.

Semoga bencana ini merupakan yang terakhir bagi kita, olehnya mari memperbanyak ikhtiar dan Doa kita kepada sang Pencipta semoga dijauhkan dari marabahaya, dan kita juga bersama sama doakan semoga korban dan keluarganya bisa diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi semua musibah ini, Ucap Kakanwil

Kakanwil juga meminta kepada para Kakankemenag Lutra dan Kakankemenag dari daerah bencana agar segera menginventarisir dan mendata jumlah kerugian dan kerusakan khususnya materiil dan bersurat segera kepada Kemenag Wilayah dan Pusat, semoga fasilitas kita di Kemenag, khususnya yang dianggap urgent untuk pelayanan publik bisa segera dibantu dan digantikan dengan yang baru, termasuk rencana program perbaikan dan pemulihan.

Kami atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Kemenag Sulsel menyerahkan donasi baik berupa uang tunai maupun bantuan barang, semoga donasi dari saudara saudari kita di Kemenag ini bisa membantu meringankan beban saudara kita di Luwu Utara, dan donasi yang kami bawa hari ini bukan yang terakhir, Insya Allah kami akan terus berusaha menggalang donasi guna membantu saudara saudara kita yag tertimpa musibah, karena duka bapak ibu juga menjadi duka kami, ucap kakanwil dengan suara terbata dan mata berkaca kaca.

Selanjutnya Kakanwil bersama sejumlah pejabat di Kanwil (Kabid, Pembimas Kasi dan Kasubag) serta sejumlah Kakankemenag Kabupaten Kota di Sulsel yang turut hadir hari itu langsung menyerahkan bantuan dan donasi berupa barang dan uang tunai kepada sejumlah Korban dari keluarga Kemenag Lutra yang terimbas bencana banjir terparah diwakili oleh 5 orang dan sisanya diserahkan kepada Kakankemenag Lutra untuk disalurkan kepada yang membutuhkan.

Usai menyerahkan bantuan di aula Kemenag lutra, kakanwil kemudian bergerak ke posko bencana Kemenag Lutra yang berada sekitar 10 Km dari kantor ke arah Kab. Lutim tepatnya kediaman bapak Hatta Yasin yang juga Kepala KUA Kecamatan Baibunta di Lutra yang mengikhlaskan kediaman pribadinya dijadikan Posko bencana Kemenag Lutra.

Di posko bencana kemenag Lutra tersebutlah semua bantuan dan donasi yang telah dikumpul oleh keluarga besar Kemenag baik Kanwil maupun dari Kemenag kabupaten kota lainnya dikumpul untuk selanjutnya akan didistribusikan oleh Tim Tanggap Bencana Kemenag Lutra ke para Korban Banjir Bandang sesuai keperluan dan kebutuhannya.

Sekedar informasi, keluarga besar kemenag di sulsel selama beberapa hari pasca bencana sudah menggalang bantuan dan donasi berupa uang tunai dan barang kebutuhan lainnya seperti Sembako, makanan jadi dan siap santap, pakaian termasuk Daster, kain Sarung, selimut, pembalut wanita, Pakaian Dalam dan peralatan Sholat, keperluan bayi seperti baju balita, popok, susu dan makanan bayi, obat obatan, sampai alat alat pertukangan seperti cangkul, sekop, parang, gerobak dorong, kemudian alat penerangan seperti lilin, lampu cash dan masih banyak jenis bantuan lain.

Jenis bantuan diatas memang telah disyaratkan sebelumnya oleh kakanwil, sebab dalam situasi darurat seperti ini, biasanya jenis bantuan tersebutlah yang sangat diperlukan oleh para korban bencana.

Setelah menyerahkan bantuan dan berinteraksi dengan sejumlah korban dan tim tanggap bencana kemenag Lutra, Kakanwil bersama Rombongan berrgerak meninggalkan Kota Masamba dan berencana melanjutkan perjalanan menyerahkan bantuan dan donasi ke lokasi bencana yang lain yakni Kab. Luwu dan Kab. Wajo.

usai meninggalkan posko, Rombongan Kakanwil yang dikawal khusus oleh Mobil Patwal Dari Polres Kota Palopo bergerak keluar dari Kota Masamba, dan semua anggota rombongan disuguhkan pemandangan yang miris dan menyedihkan sepanjang jalan yang dilalui di Kota Masamba, jejak dan sisa sisa luapan banjir bandang masih tampak berserakan dan menumpuk di sebagian besar area yang terdampak bencana, bahkan suasana menjadi semakin mencekam ketika tiba tiba hujan deras kembali turun mengguyur kota masamba saat itu, sangat terasa suasana tegang dan khawatir menyeruak di wajah warga kota masamba dan para relawan yang sudah memadati dan berseliweran bersama petugas tanggap bencana dan aparat keamanan lokasi bencana, jangan sampai luapan air kembali terjadi.

Apalagi ketika iring iringan rombongan Kakanwil melintas di daerah terparah yang menjadi korban banjir bandang di Lutra yakni Radda, dimana sangat jelas tampak disisi kiri kanan jalan rumah dan bangunan warga yang sudah hilang tersapu banjir dan yang hampir tenggelam oleh endapan tanah akibat banjir. Bahkan banyak rumah di pinggir jalan poros dan pinggir sungai besar di Daerah Radda ini yang kelihatan hanya atapnya saja, sedangkan sisa bangunan lainnya sudah tak tampak akibat tertimbun tanah bercampur pasir yang memadat.

Saat Melintasi daerah Radda yang hanya berjarah ratusan meter dari Kota Masamba di Lutra menjadi wilayah terparah akibat musibah banjir bandang, atmosfirnya memang agak lain, aura kesedihan bercampur aura mencekam sangat terasa, dari sejumlah penuturan warga yang selama ini didengar, kemungkinan puluhan korban hilang itu masih berada di sekitar lokasi dalam kondisi tertimbun dan terkubur lumpur dan tanah, kami hanya berharap semoga para petugas dan relawanbyang berjibaku dengan kondisi setempat tetap diberikan kesehatan dan keselamatan serta kekuatan dalam membantu saudara saudara kita di lokasi bencana, khususnya dalam menemukan korban hilang dan memulihkan kondisi situasi di semua area bencana yang terdampak banjir bandang.

Rombongan kakanwil yang Masih dalam iring iringan semakin melambat gara gara hujan semakin deras ditambah padat dan panjangnya nya antrian kendaraan di jalan poros yang menjadi akses keluar dari kota Masamba, gara gara meluapnya kembali air sungai melintasi ruas jalan yang akan dilalui, bahkan sejumlah petugas menyarankan agar semua kendaraan yang ada di ruas jalan poros itu agar memutar arah kendaraannya mencari jalur yang lebih aman. Termasuk iring iringan kakanwil, karena luapan air sungai yang melintasi jalanan di depan rombongan kami dinilai cikup deras dan agak tinggi, sehingga hanya jenis kendaraan tertentu yang diperkirakan bisa lolos, sementara sebagian besar kendaraan yang ikutserta di rombongan Kakanwil hanya berjenis minibus, akan tetapi setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya pihak Patwak Kepolisian dibantu TNI siap membantu mengamankan jalur iring iringan kami yang memang jumlahnya cukup besar yakni sekitar 40-an Kendaraan Roda Empat, meskipun ada beberapa kendaraan di dalam rombongan kami yang dengan berbesar hati harus mengalah memutar balik araj kendaraan melalui jalur lain dikarenakan jenis kendaraannya sangat beresiko bila dipaksanakan ikut melintasi jalur yang dilintasi luapan air sungai.

Dengan sedikit rasa was was dan penuh kehati-hatian, ditambah bantuan aparat TNI Polri yang bertugas mengamankan sekitar Lokasi tersebut, akhirnya rombongan Kakanwil bisa melintasi arus air yang meluap sampai ke jalan poros sekitar 200 an meter panjangnya.

Setelah memastikan semua iring iringan sudah lolos di jalur berbahaya tersebut, perjalanan kembali dilanjutkan, meskipun agak melambat, karena mengularnya kendaraan baik yang mengarah keluar maupun yang baru mau masuk di lokasi bencana yang sebagian besar merupakan kendaraan yang membawa bantuan bencana dan tim relawan.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup terseok seok keluar dari Kota Masamba Luwu Utara akhirnya iring iringan rombongan Kakanwil tiba sekitar jam 5 sore di kota palopo, yang artinya rombongan menghabiskan waktu sekitar 4 jam dari jarak perjalanan hanya 60 km, dimana dalam situasi normal biasanya hanya ditempuh dalam waktu sejaman.

Setiba di kota Palopo tepatnya di depan Kantor Walikota Palopo, rombongan kembali di kumpukan dan dicek ulang, dirasa sudah lengkap dan tidak ada yang tertinggal, perjalanan kembali dilanjutkan menuju Kab. Luwu tepatnya kota Belopa yang berjarak 40an KM dari Kota Palopo guna menyerahkan bantuan ke kakankemenag Luwu H. Muh. Jufri untuk selanjutnya disalurkan kepada korban bencana banjir di salah satu kecamatan terparah yakni kec. Suli Kab. Luwu, yang mana diwilayah tersebut terdapat salah satu madrasah Kemenag di Luwu yang terendam banjir.

Perjalanan Kakanwil Bersama Tim kemudian dilanjutkan ke Kab. Wajo yang jaraknya sekitar 80 Km dari Kab. Luwu dan tiba sekitar pukul 21.00 Wita untuk selanjutnya menyerahkan bantuan kepada Kakankemenag Wajo untuk disalurkan ke korban Banjir di Kab. Wajo.

Usai menyerahkan Bantuan di Kantor Kemenag Kab. Wajo, Rombongan yang dipimpin langsung oleh Kakanwil kemudian meninggalkan Kota Sengkang Kab. Wajo Kembali ke Kota Makassar dan setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan , akhirnya Rombongan Tiba di Kota Subuh hari (Minggu, 19 Juli 2020).

Laporan : Mawardy Siradj
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Arfan

Arfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *