Sosialisasi Pembatalan Keberangkatan Haji Virtual, Prof. Nizar: Pengembalian setoran pelunasan Haji, cukup 9 hari

Sosialisasi Pembatalan Keberangkatan Haji Virtual, Prof. Nizar: Pengembalian setoran pelunasan Haji, cukup 9 hari
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Makassar, MarhamahNews – Kementerian Agama terus melakukan Sosialisasi terkait Pembatalan Keberangkatan Haji tahun 2020. Seperi halnya yang dilakukan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan melalui Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Senin (8/6/2020), yang menyosialisasikan kepada Kepala Kemenag Kabupaten/Kota, dan Kepala Seksi Haji.

Meski hanya melalui Virtual, Sosialisasi melibatkan beberapa pemateri dari Kemenag Pusat, salah satunya adalah Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Prof. Nizar Ali.

Menurut Nizar Ali, bahwa kebijakan Menteri Agama sebagaimana tertuang dalam KMA Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan jemaah haji 1441 H/2020 M semata-mata didasari oleh pertimbangan yang mendalam dan komprehemship, terutama perlindungan sekaligus jaminan kesehatan dan keselamatan jemaah haji Indonesia, seiring pandemi Covid-19 belum ada tanda-tanda mereda, khususnya di negara Indonesia dan Arab Saudi. Apalagi hingga saat diumumkan pembatalan keberangkatan jemaah haji (2/6/2020) Pemerintah Arab Saudi belum membuka akses layanan penyelenggaraan haji 1441 / 2020.

Prof. Nizar menambahkan, sebagai implikasi dari kebijakan Menteri Agama tersebut antara lain pertama memberikan hak jemaah atas pengembalian setoran pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) bagi Jemaah yang membutuhkan;

Implikasi yang kedua, lanjut Plt. Sekjen Kementerian Agama itu adalah memproses pengembalian paspor kepada masing-masing jemaah; Kemudian implikasi ketiga adalah terkait kepastian dan status jemaah haji yang batal berangkat tahun ini menjadi prioritas tahun depan.

Prof Nizar berharap kebijakan ini bisa diterima dengan ikhlas dan lapang dada semua pihak, terutama jemaah haji.

“Kepada seluruh jajaran Kementerian Agama diharapkan dapat memberikan edukasi dan penjelasan secara utuh kepada masyarakat luas, terutama jemaah haji, khususnya issu-issu yang tidak benar di media sosial”, harapnya

Kemudian, dalam paparannya, mantan Kakanwil Kemenag DIY itu menjelaskan alur pengembalian setoran pelunasan Bipih haji reguler yaitu jamaah haji mengajukan permohonan pengembalian biaya Bipih ke Kemenag kabupaten/kota, dengan melampirkan berkas pendukung lainnya.

“Proses berkas pengembalian berdasar SOP membutuhkan 9 hari kerja, yaitu Kemenag Kabupaten Kota 2 hari, Dirjen PHU 3 Hari, Badan Pengelola Keuanga Haji (BPKH) 2 hari, dan Bank Penerima Setoran Bipih 2 hari”. Paparnya.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Arfan

Arfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *