Rapat Virtual Dengan Jajaran Kemenag Sulsel, Muhajirin Yanis: Penarikan Bipih Sudah Bisa Diajukan

Rapat Virtual Dengan Jajaran Kemenag Sulsel, Muhajirin Yanis: Penarikan Bipih Sudah Bisa Diajukan
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Makassar, MarhamahNews – Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, H. Muhajirin Yanis, mengungkapkan bahwa bagi jamaah haji yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 1441 Hijriyah dan ingin menarik kembali, sudah dapat di ajukan permohonannya ke Kantor Kemenag Kabupaten/Kota dimana Jamaah terdaftar.

Hal ini disampaikan Muhajirin Yanis pada Rapat Koordinasi melalui Virtual yang diselenggarakan oleh Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sulsel, Senin (8/62020).

Rapat diikuti Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Anwar Abubakar, Kepala Bidang PHU Kemenag Sulsel, H. Kaswad Sartono sekaligus bertindak sebagai Host, Para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, dan para Kepala Seksi Haji Kemenag Kabupaten/Kota se Sulsel.

Menurut Muhajiri, yang menanggapi pertanyaan salah satu peserta, bahwa bagi jamaah yang ingin menarik kembali uang pelunasannya (Bipih), sudah dapat mengajukan permohonan Pengembalian setoran atau refund Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (Bipih), dengan menyertakan dokumen pendukung lainnya seperti :

* Bukti asli setoran lunas Bipih yang dikeluarkan oleh Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih.

* Fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama Jamaah Haji dan memperlihatkan aslinya.

* Fotokopi KTP dan memperlihatkan aslinya – Nomor telepon yang bisa dihubungi.

Permohonan jamaah tersebut selanjutnya akan diverifikasi dan divalidasi oleh Kepala Seksi yang membidangi urusan Haji dan Umrah pada Kankemenag Kab/Kota.

Jika dokumen dinyatakan lengkap dan sah, Kasi Haji akan melakukan input data pembatalan setoran pelunasan Bipih pada aplikasi Siskohat.

Tahapan berikutnya, kepala Kankemenag Kab/Kota mengajukan permohonan pembatalan setoran pelunasan Bipih secara tertulis dan dikirimkan secara elektronik kepada Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, dengan tembusan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi.

Muhajirin juga menyampaikan bahwa Kemenag sengaja memberikan 2 opsi kepada jamaah, bisa menarik biaya pelunasan Bipih, atau tidak ditarik dan akan dikelolah oleh Badan Penelola Keuangan Haji (BPKH).

Bagi jamaah yang tidak menarik Bipih, otomatis akan diberangkatkan pada pelaksanaan haji tahun depan.

“Kita berdoa kondisi pandemi covid 19 cepat selesai, sehingga tahun depan pelaksanaan haji berjalan normal, maka yang berhak lunas tahun ini dan telah melunasi otomatis mereka akan diberangkatkan tahun depan”. Ujarnya.

Ia Juga menambahkan, bagi jamaah yang berhak melunasi, namun dengan berjalannya waktu karena suatu bencana alam misalnya jadi sakit permanen, dengan berdasarkan keterangan dokter, atau meninggal dunia maka porsinya bisa dilimpahkan kepada ahli warisnya, dan bisa berangkat pada tahun berjalan dengan ketentuan jamaah yang meninggal atau sakit yang sudah melunasi.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Anwar Abubakar berharap kepada seluruh jajarannya, agar terus mensosialisasikan dan memberikan penjelasan masyarakat terkait alasan batalnya penyelenggaraan haji tahun ini.

“Saya harap teman-teman didaerah terus memberikan penjelasan kepada jamaah bahwa tahun ini tidak ada penyelenggaraan haji, baik haji reguler maupun haji khusus, karena ditakutkan ada oknum-oknum yang memanfaatkan ini untuk mengajak masyarakat menunaikan haji dengan melalui jalur-jalur khusus”. Pintanya.

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Arfan

Arfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *