Naik Haji 2020 Batal, Kepala Kemenag Takalar Berharap Jemaah Tak Usah Tarik Dananya

Naik Haji 2020 Batal, Kepala Kemenag Takalar Berharap Jemaah Tak Usah Tarik Dananya
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Takalar, MarhamahNews – Kementerian Agama telah memutuskan untuk membatalkan pemberangkatan jemaah haji 1441H/2020M. Kebijakan ini disampaikan oleh Menag Fachrul Razi pada 2 Juni 2020.

Bersamaan itu, jemaah yang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dapat mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan.

Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama Takalar mencatat sebanyak 280 orang jemaah haji reguler yang telah melunasi Bipih 1441H/2020M dari total 285 kuota Takalar.

Berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No 494 tahun 2020 tentang tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H/2020M mengatur bahwa jemaah yang telah melunasi Bipih tahun ini, dapat mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan Bipih.

Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Kementerian agama Takalar H.Junaidi Mattu mengatakan meski ada kebijakan dan regulasi yang mengatur tentang pengembalian dana haji yang batal berangkat tahun ini, namun dirinya berharap agar para jemaah yang telah melunasi Bipih nya sebaiknya tak menarik dananya.

“Saya berharap agar calon jamaah yang telah melakukan pelunasan sebaikya tidak usah meminta pengembalian dana setorannya, sehingga musim haji 1442H/2021M tahun depan sudah tidak lagi repot repot untuk mengurus pelunasan karena sudah dilakukan pelunasan tahun ini, ujarnya.

Namun pun demikian, apabila ada Calon Jamaah Haji yang sudah melunasi Bipih nya tahun ini, tetapi ada hal yang membuat calon jemaah tersebut ingin menarik kembali Biaya Pelunasanx maka aturan membolehkanx untuk menarik kembali dananya, jelas Junaidi Mattu.

Ia mengatakan meski diambil setoran pelunasannya, jemaah tidak kehilangan statusnya sebagai calon jemaah haji yang akan berangkat pada tahun 2021 mendatang.

Selain itu, apabila ada jemaah gagal berangkat dan meninggal dunia, H.Junaidi Mattu menjelaskan bahwa nomor porsi yang bersangkutan dapat dilimpahkan.

Pelimpahan porsi tersebut bisa dilakukan kepada suami, istri, ayah, ibu, anak kandung, atau saudara kandung yang ditunjuk dan/atau disepakati secara tertulis oleh keluarga.

Dengan adanya pengganti porsi yang sudah disepakati oleh keluarga maka yang bersangkutan bisa menjadi jemaah haji tahun depan 1442H/2021M selama kuota haji Indonesia masih tersedia,” kata Junaidi Mattu.

Laporan : Syamsuddin d'tola
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Arfan

Arfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *