Madrasah di Sulsel Siap Terapkan Kurikulum Darurat, Ini Penjelasan Kabid Penmad

Madrasah di Sulsel Siap Terapkan Kurikulum Darurat, Ini Penjelasan Kabid Penmad
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Makassar, MarhamahNews – Pandemi virus corona tidak bisa dipungkiri telah mengubah kehidupan sehari-hari, termasuk dunia Pendidikan di Indonesia.

Maka Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama secara resmi menerbitkan surat keputusan (SK) terkait Panduan Kurikulum Darurat pada Madrasah di tengah mewabahnya virus corona (Covid-19) yang melanda Indonesia saat ini.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan H. Masykur menjelaskan bahwa Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun 2020, adapun panduan kurikulum darurat tersebut berlaku bagi jenjang pendidikan madrasah mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).

Madrasah – madrasah di bawah naungan Kementerian Agama Prov. Sulawesi Selatan akan menerapkan Kurikulum Darurat selama masa pandemi Covid-19. Dengan demikian pembelajaran madrasah akan tetap menjamin keamanan, kesehatan, dan keselamatan siswa, serta pelaksanaan pembelajaran bermutu akan tetap bisa dirasakan oleh siswa madrasah baik pada masa pemberlakuan PSBB maupun pada saat penerapan new normal.

Pada setiap harinya siswa hanya akan fokus pada materi esensial dari 1 atau 2 mapel pasangan dari Mata Pelajaran Utama, Pengembangan Diri, ataupun Peminatan.

Lebih Lanjut H. Masykur memaparkan bahwa Panduan Kurikulum Darurat Madrasah pada masa darurat telah di sosialisasikan dan Insya Allah akan diimplementasikan dengan seoptimal mungkin.

Adapun aktivitas pembelajaran madrasah pada masa pandemi Covid tetap berpedoman pada Kalender Pendidikan berjalan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama, yaitu Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2019/ 2020 yang akan berakhir pada 20 Juni 2020 serta Kalender Pendidikan Tahun Pelajaran 2020/ 2021 yang akan dimulai tanggal 13 Juli 2020.

H. Masykur juga menambahkan point-point penting yang harus diterapkan Madrasah dalam Proses Belajar Mengajar dalam kondisi darurat, di antaranya :

1. Madrasah yang berada pada zona hijau (aman) dapat melaksanakan kelas tatap muka. Sedangkan madrasah yang berada dalam zona merah (darurat) melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau kelas virtual.

2. Semua satuan Pendidikan yang melaksanakan kelas tatap muka (Zona Hijau) wajib menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran virus covid-19 yang meliputi :

a. Setiap Madrasah wajib menyediakan tempat cuci tangan dengan menggunakan sabun disetiap depan kelas dan menyediakan hand sanitizer di dalam kelas;

b. Setiap Madrasah wajib menyediakan alat pengukur suhu serta wajib tenaga Pendidikan dan anak didik diukur suhunya, dan bilamana suhunya 38c diwajibkan untuk Kembali ke rumah beristirahat dan menjaga imun tubuh;

c. Penyediaan Masker untuk Guru di Madrasah

d. Setiap Madrasah wajib melakukan pembersihan lantai, pegangan tangga, meja dan kursi, alat peraga, computer dan keyboard dengan disinfektan dengan cara dilap atau disemprot saat pertama kali proses Belajar Mengajar dilaksanakan.

3. Pentingnya memberikan edukasi kepada Peserta Didik untuk menjaga jarak satu dengan yang lain sehinggah mereka tidak saling bersentuhan;

4. Ditetapkannya Proses belajar mengajar di Madrasah selama pandemic Covid 19 untuk kelas nyata dapat dilaksanakan secara shift pagi dan siang dengan memperhatikan jumlah peserta didik dalam setiap kelas dan juga didesaign model bergilir seperti contoh untuk Peserta Didik Jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) masuk secara bergantian selama enam hari proses belajar mengajar, Adapun pembagiannya sebagai berikut:

  • Kelas 1 dan 2 masuk hari Senin, Rabu dan Jumat
  • Kelas 3, 4, 5 dan 6 masuk hari Selasa, Kamis, Sabtu

Proses Belajar Mengajar diadakan dari pukul 08.00 – 11.30

5. Bagi Madrasah yang mengadakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dapat mengurangi jam pertemuan dan membatasi jumlah siswa.

6. Perlunya dibuatkan Protap bagi setiap tamu yang berkunjung ke Madrasah

7. Bila dalam bentuk kelas virtual, maka madrasah atau guru dapat menggunakan aplikasi pembelajaran digital yang menyediakan menu/pengaturan kelas virtual. Misalnya aplikasi e-learning Madrasah dari Kementerian Agama.

8. Bila kegiatan pembelajaran dalam bentuk kelas virtual, sebaiknya madrasah mengatur jadwal kelas secara proporsional, misalnya dalam sehari hanya ada satu atau dua kelas virtual, agar peserta didik tidak berada di depan komputer/laptop/HP seharian penuh.

Di samping itu juga untuk menghemat penggunaan paket data internet
Dengan adanya Panduan Kurikulum Darurat Madrasah maka diharapkan warga Madrasah berkomitmen tetap memberikan pelayanan terbaik pada pembelajaran siswa madrasah di masa Pandemi Covid-19 ini, baik pada pemberlakuan Masa PSBB maupun saat pelaksanaan New Normal di madrasah.

Sementara itu Kepala seksi Kurikulum dan kesiswaan Kanwil Kemenag Sulsel H. Muh. Qasim menyebut bahwa Pandemi Covid 19 yg telah berjalan cukup lama menjadi tantangan serius bagi dunia pendidikan, tidak terkecuali Madrasah.

Oleh karena itu, kehadiran sebuah panduan Kurikulum Darurat dari Direktorat KSKK Kemenag RI adalah sangat tepat agar tetap bisa mewujudkan kondisi Pembelajaran di Madrasah yang Kondusif, terutama dalam penuntasan akhir tahun Pelajaran 2019/2020 dan persiapan awal Tahun Pelajaran 2020/2021.

Mari membangun kebersamaan dan semangat perjuangan yg tinggi dalam rangka tetap menguatkan tekad untuk mewujudkan Madrasah Hebat Bermartabat di tengah-tengah suasana Darurat Covid 19.

Laporan : Mujahida
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Arfan

Arfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *