Khutbah di Rumah Sendiri, KH. Kaswad Sartono : Covid -19 Mengandung Tiga Hikmah

Khutbah di Rumah Sendiri, KH. Kaswad Sartono : Covid -19 Mengandung Tiga Hikmah
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Makassar, (Humas Kanwil) – Penyebaran Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini benar-benar berdampak pada berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk kehidupan beragama.

Kebijakan pemerintah, fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Instruksi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengharapkan seluruh komponen bangsa ikut serta memutus mata rantai penyebaran covid-19 melalui physical distancing, sekaligus menjauhi kerumunan massa (social distancing), seperti shalat berjamaah di masjid, baik shalat fardlu, shalat tarwih maupun shalat idul fitri tahun 1441 Hijriyah.

Dalam rangka ikhtiar pencegahan covid-19, sekaligus sebagai wujud “sami’na wa atho’na” kepada ulil amri, maka Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Makassar Dr. KH. Kaswad Sartono, M. Ag. bersama keluarga besar dan tetanggganya melaksanakan shalat Idul Fitri 1441 Hijriyah di kediaman pribadi Jalan Skarda N 3 Nomor 19 Makassar.

Pelaksanaan shalat Idul Fitri tersebut dilaksanakan pukul 07.15 Wita, yang diawali dengan petunjuk teknis (kaifiyah) shalat Idul Fitri oleh Dr.Kaswad Sartono, kemudian dilanjutkan shalat Idul fitri secara berjamaah yang diimami oleh putra sulungnya Abid Ash-Shiddiqiy Kaswad, Lc. Minggu, 24 Mei 2020.

Adapun khotbah Idul Fitri disampaikan oleh KH. Kaswad Sartono yang juga menjabat selaku Kepala Bidang Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulsel.

Dalam khotbahnya, DR.Kaswad menyampaikan bahwa momentum Idul Fitri tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya dilaksanakan di masjid atau di lapangan, tahun ini atas perintah ulil amri, pelaksanaan shalat sunnat tahunan ini di rumah masing-masing, apalagi di Makassar diberlakulan PSBB.

“Kita yakini bahwa setiap peristiwa dan fenomena sosial termasuk ujian covid-19 pasti ada hikmah yang disiapkan oleh Allah swt”, ujar DR.Kaswad yang juga menjabat sebagai Direktur Pondok Pesantren DDI As-Salman Sidrap

Kandungan hikmah itu, kata DR.Kaswad, antara lain, pertama bagaimana fungsi-fungsi keluarga sebagai pusat interaksi sosial, pusat pendidikan keagamaan dan memelihara norma dan akhlak keluarga semakin kuat. Kedua, kebijakan kerja, belajar dan ibadah di rumah betul-betul dirasakan oleh bapak/ibu/anak sebagai potensi dan kesempatan untuk mewujudkan konsep rumahku surgaku (baitiy jannatiy). Ketiga, bahwa covid-19, puasa dan idul fitri tahun ini ternyata menjadi spirit yang luar biasa bagi terbangunnya sikap dan perilaku solidaritas atau sikap peduli sesama terutama kepada mereka yang kena dampak covid-19.

Pelaksanaan Idul fitri di kediaman DR.Kaswad, selain dihadiri keluarga besarnya, juga dihadiri keluarga Aiptu Yuliyanto “Timpor” Susilo anggota polisi Kanit 3 Sabhara Polsek Bontoala Makassar.

Rilis   : H.Wardy
Editor  : A.Baly
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Andi Baly

Andi Baly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *