Kemenag Maros Bersama Mitra BSM Berbagi Paket Lebaran Untuk Marbot Masjid

Kemenag Maros Bersama Mitra BSM Berbagi Paket Lebaran Untuk Marbot Masjid

Maros, MarhamahNews – Lebaran Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi semakin menumbuhkan kepedulian berbagai lembaga, mengulurkan tangan untuk berbagi ditengah masyarakat. Terlebih lagi dalam situasi pandemi Covid-19 ini, banyak kelompok masyarakat termasuk di Kabupaten Maros terdampak secara ekonomi sehingga membutuhkan dari berbagai pihak termasuk lembaga
keuangan seperti perbankan.

Untuk itu, Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Maros mempercayakan kepada Kementerian Agama Kabupaten Maros selaku mitra kerja untuk menyalurkan bantuan 50 paket lebaran kepada para marbot (penjaga masjid) yang ada di Kabupaten Maros.

Bank Syariah Mandiri Kanca Maros percaya, Kemenag Maros memiliki data
para marbot di Kabupaten Maros melalui jaringan penyuluh Agama Islam yang tersebar di seluruh kecamatan.

Bantuan Paket Lebaran ini diserahkan langsung manager BSM Kanca Maros kepada Kakan Kemenag Maros H. Muhammad Tonang, di halaman Masjid Al Markaz Maros, Senin, (18/05/20).

Turut hadir menyaksikan penyerahan bantuan ini Kasubag Tata Usaha Kemenag Maros, TIM Marketing BSM, Ketua DMI Kab. Maros, Imam Masjid Al Markaz, para marbot serta beberapa jamaah masjid.

Kakan Kemenag Maros selanjutnya menyerahkan bantuan paket lebaran kepada 6 marbot masjid Al Markaz Maros.

Sementara 4 paket lainnya akan diserahkan ke marbot Masjid Agung Maros dan selanjutnya tiap masjid mendapat jatah untuk dua marbot.

Kakan Kemenag Maros H. Muhammad Tonang, mempercayakan penyaluran paket melalui jaringan penyuluh Agama Islam yang selama ini telah rutin membina dan berinteraksi dengan para marbot di masjid-masjid hingga ke pelosok.

Dalam beberapa kesempatan, Kakan Kemenag Maros telah meminta kepada penyuluh Agama Islam baik PNS maupun non PNS di Kabupaten Maros, untuk lebih meningkatkan perannya dalam mengedukasi masyarakat, bagaimana menghadapi wabah Covid-19 sesuai dengan anjuran pemerintah dan lembaga keagamaan seperti MUI.

Penyuluh dituntut lebih kreatif terutama pemanfaatan media online agar tetap bisa interaksi dengan masyarakat dan mengawal kebijakan pemerintah.

Laporan : Musdalfa
Arfan

Arfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *