Risma Azis, Perawat Asal Sinjai: Meski Takut Terpapar Namun Ini Tugas Mulia

Risma Azis, Perawat Asal Sinjai: Meski Takut Terpapar Namun Ini Tugas Mulia

Jakarta, MarhamahnewsKasus virus corona yang cukup tinggi di Indonesia membuat Risma Azis membulatkan tekadnya menjadi seorang relawan penanganan Covid-19.

Wanita Cantik Kelahiran Kabupaten sinjai, 24 Juli 1992 menjadi seorang perawat yang bertugas di Wisma Atlet Kemayoran, Risma bertugas merawat pasien sudah memasuki ke hari 12 hari sejak Wisma Atlet disulap menjadi Rumah Sakit Darurat COVID-19 akhir Maret lalu.

Ia mengungkapkan keinginannya tersebut merupakan panggilan hati. “Saya basic perawat, jadi pas saya sesuai dengan panggilan hati, dengan kemampuan yang saya punya, saya harus melayani,” ujarnya

Meski ada rasa takut terpapar Covid-19, namun ia selalu meyakinkan dirinya bahwa ini adalah tugas mulia.

Dalam mengemban tugasnya, wanita asal Kecamatan Sinjai Selatan tersebut telah diberikan restu dan support dari orang tuanya demi tugas kemanusiaan.

“Rasa takut ada pasti, cuma ini harus kita lihat lagi, ini adalah tugas bagi kita sebagai relawan medis, kita harus menangani pasien dari awal sampai akhir pasien itu kita harus tangani,” kata Putri H. Azis Buke Sattung pasanagan Hj. Hasminah yang berlamat dusun lita – litae, desa gareccing, kecamatan sinjai selatan .

Lanjut, Ia menyampaikan kata rindu dengan orang-orang terdekat nya termasuk Keluarga di kampung halaman. “Tahun ini merupakan Lebaran pertama kalinya saya tidak bersama keluarga, sebelunya sesibuk apapun saya pasti lebarannya dikampung”, katanya.

Tapi apa daya panggilan jiwa untuk menolong sesama lebih besar, mohon doanya untuk saya dan pejuang-pejuang covid lainnya, agar diberikan kesehatan dan bisa pulang dengan wajah bahagia dan bisa kembali berkumpul dengan keluarga.

Kemanapun kaki melangkah sinjai adalah tempat rinduku untuk tetap pulang, semoga sinjai sudah tidak ada penambahan pasien yang Postif, sebenarnya ingin jadi relawan di daerah sendri tapi mungkin Allah SWT menentukan jalan lain yang harus jauh dari orang tua. “Dengan taruhan ragaku ku ukir senyum di wajah bumiku Semoga kita di jauhkan dari hal hal buruk”,  katanya.

 

Laporan : Arfain
Arfain

Arfain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *