Disiarkan TVRI, Kepala Kemenag Takalar Ikut Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan Secara Live

Disiarkan TVRI, Kepala Kemenag Takalar Ikut Doa Kebangsaan dan Kemanusiaan Secara Live
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Takalar, MarhamahNews – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Takalar H. Junaidi Mattu didampingi Kepala Seksi Penmad H. Misbahuddin, Ketua Posko Covid-19 Kemenag Takalar H. Muhammad Afrizal, Pengawas Madrasah Muh. Amir Tiro, serta beberapa Kepala Madrasah dan staf kantor mengikuti doa kebangsaan dan kemanusiaan yang disiarkan TVRI secara live.

Acara tersebut dilaksanakan di aula Kemenag Takalar dengan memasang layar proyektor sebagai media nonton bareng sambil mengikuti doa kebangsaan dan kemanusiaan.

Kegiatan yang disiarkan secara live oleh stasiun TVRi dan RRI ini, menurut Nifasri Ketua Pelaksana doa kebangsaan dan kemanusiaan, adalah bertujuan untuk mendoakan Indonesia bebas dari covid-19 sekaligus membangkitkan kepedulian dan rasa kemanusiaan bangsa dalam menghadapi pandemi global ini, sekaligus memperingati hari doa dunia yang jatuh pada tanggal 15 Mei 2020.

Doa kebangsaan dan kemanusiaan ini dipimpin enam tokoh lintas agama sekaligus, yakni Prof Dr KH M Quraish Shihab, Pdt Dr Ronny Mandang, Ignatius Kardinal Suharyo, Ida Pedanda Nabe Gede Bang Buruan Manuaba, Sri Panyavaro Mahatera, dan Xs Budi S Tanuwibowo,.

Pembacaan doa diawali dengan sambutan Presiden Joko Windodo yang menyampaikan imbauan, harapan dan menyemangati rakyat Indonesia agar senantiasa bersabar menerima musibah ini dengan lapang dada, dan tetap kuat agar bangsa ini bisa selamat melewati ujian dari Allah SWT.

“Selain berikhtiar dengan berbagai usaha lahiriah, kita juga wajib melakukan ikhtiar batinia dengan tidak henti-hentinya memanjatkan doa, memohon pertolongan Allah SWT agar rakyat , bangsa dan negara kita juga dunia segera terbebas dari pandemi ini agar kita semua diringankan, disingkirkan dari segala musibah”, ucap Jokowi mengawali sambutannya. Kamis 15 Mei 2020.

Lebih lanjut Jokowi mengungkapkan bahwa kepanikan adalah separuh dari penyakit, ketenangan adalah separuh obat dan kesabaran adalah titik tolak kesembuhan. Untuk itu ia mengajak rakyat Indonesia menghilangkan rasa cemas, jauhkan diri dari ketakutan yang berlebihan, hidupkan optimisme, bangkitkan empati serta tumbuhkan solidaritas sosial.

Pada acara doa bersama yang juga diikuti oleh Wakil Presiden RI dan Menteri Agama serta Wakil Menteri Agama ini, Joki Widodo yang menyampaikan sambutannya dari Istana Negara juga menyampaikan imbauan agar bisa selamat dari pandemi ini.

Untuk bisa selamat, lanjut Jokowi, kita harus disiplin. Disiplin dalam menjaga kesehatan, disiplin dalam menjaga immunitas, disiplin untuk cuci tangan dengan sabun, disiplin untuk menjaga jarak dan memakai masker, disiplin untuk bekerja dan bersekolah dari rumah serta tidak mudik dan beribadah di rumah saja.

Setelah sambutan Presiden Jokowi, pembacaan doa dilakukan secara berturut-turut oleh 6 tokoh lintas agama, yang dimulai dengan pembacaan doa oleh XS Budi S.Taniwibowo pimpinan Konghucu, disusul Budha, Hindu, Katolik, Kristen dan ditutup oleh Prof Dr KH M Quraish Shihab yang membacakan doa menurut agama Islam.

Selain doa bersama, di akhir acara digelar konser penggalangan dana. Grup band Radja menjadi pengisi acara penggalangan dana yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak COVID-19.

Sebelumnya, Kementerian Agama bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan juga Kementerian, Lembaga lain menggelar acara doa dan zikir nasional untuk keselamatan bangsa, dimana Menag Fachrul Razi mengingatkan masyarakat untuk tetap berusaha dan berdoa mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

“Hari ini, negeri kita tengah ditimpa musibah, Nusantara tengah berduka. Satu bulan lebih kita disibukkan untuk menangkal dan mengobati merebaknya COVID-19. Bukan hanya sektor kesehatan yang terdampak, namun juga sektor-sektor lainnya. Ada banyak goresan luka yang timbul akibat merebaknya wabah ini,” ujar Fachrul di Kantor Kemenag Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (16/4).

Fachrul menyakini Allah SWT tidak akan memberikan ujian melewati batas kemampuan umatnya. Oleh karena itu, kata dia, berbagai ikhtiar juga telah dilakukan pemerintah untuk menangani virus Corona, baik pencegahan maupun pengobatan.

Laporan : Syamsuddin dg tola
Editor  : Arfan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Arfan

Arfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *