Rapat Virtual Bidang Penmad Kanwil Kemenag Sulsel Ulas Kekurangan Tunjangan Profesi Guru

Rapat Virtual Bidang Penmad Kanwil Kemenag Sulsel Ulas Kekurangan Tunjangan Profesi Guru
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Makassar, MarhamahNews – Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Sulsel kembali menggelar rapat virtual (daring) yang diikuti oleh seluruh Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Islam (Pendis) dan Pendidikan Madrasah (Penmad) se Sulawesi Selatan serta Kasi Bina Guru Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah Sub Direktorat Bina Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiah Kemenag RI, Mustofa Fahmi, SE, M.Ed. Rabu, 22 April 2020.

Sehari sebelum rapat ini dihelat, Kepala Bidang Penmad H.Masykur, S.Ag, M.Pd terlebih dahulu menyampaikan kepada para Kasi Pendis dan Penmad se Sulsel untuk menyiapkan data guru penerima Tunjangan Profesi Guru (TPG), Non PNS inpassing, Non PNS yang belum inpassing dan PNS.

Data lain yang diminta untuk disiapkan adalah jumlah anggaran dalam DIPA pada semua satker baik di Kemenag maupun di Madrasah Negeri serta.reaiisasi pencairannya.

Jumlah kelebihan dan kekurangan anggaran dan jumlah guru yang tidak terbayar TPGnya, jumlah guru yang diberi dispensasi, dan jumlah guru CPNS dan PNS yang belum tersertifikasi serta prediksi kebutuhan anggaran TPG 2021 juga menjadi perhatian H.Masykur untuk disiapkan oleh para Kasi.

 

“Data-data ini sengaja diminta agar rapat virtual yang memanfaatkan aplikasi Zoom Meeting ini dapat berlangsung efisien dan efektif karena point-point utama yang akan dibahas telah ditentukan berikut data pendukungnya pun telah tersedia”, ucap H.Masykur

Selanjutnya, Mustofa Fahmi dalam arahannya menerangkan bahwa beberapa catatan penting telah dibahas di sekretariat Pendis bersama Kabag Perencenaan Pendis yang nantinya bisa difollow up (diikuti) oleh teman-teman yang ada di Kanwil.

“Kami dari Direktorat Bina Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah sudah menindaklanjuti 7 Kanwil se Indonesia yang anggatan TPG nya terutang termasuk Sulawesi Selatan”, ungkapnya.

Menurut pria yang menyelesaikan pendidikan magisternya di Australia ini bahwa Sulsel mengalami kekurangan TPG untuk tahun 2018 sampai 2019.

“Datanya sudah kami kompilasi dan sudah ada update terbaru sehingga kedepannya tinggal kita selesaikan”, pungaksnya.

Sebelum rapat ini berakahir, Kabid Penmad membuka sesi tanya jawab dan memberi kesempatan kepada para Kasi untuk mengutarakan usulannya.

 

Dirilis oleh : A.Baly
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Andi Baly

Andi Baly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *