Rakor Tingkat Pimpinan, Kakan Kemenag Bantaeng Himbau Tetap Aktifkan Absensi WFH

Rakor Tingkat Pimpinan, Kakan Kemenag Bantaeng Himbau Tetap Aktifkan Absensi WFH
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bantaeng, MarhamahNews – Dalam rangka koordinasi dengan jajaran pimpinan lingkup Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng, Kakan Kemenag Dr. H. Muhammad Yunus, M.Ag mengundang segenap jajaran pejabat Eselon untuk menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bertempat di ruangan Kepala Kantor Kemenag Bantaeng. (Selasa, 15 April 2020).

Rakor kali ini hanya diikuti jajaran pejabat struktural (eselon) antara lain Kasubbag Tata Usaha yang sekaligus bertindak selaku moderator, serta para Kepala Seksi dan Penyelenggara Zakat Wakaf.

Rakor dilaksanakan dengan tetap menerapkan Protokol Physical Distancing dengan tetap menggunakan masker selama Rakor berlangsung.

Beberapa hal penting disampaikan Kakan Kemenag terkait pelaksanaan Kerja Di rumah (WFH) bagi seluruh ASN selama pandemi covid-19.

Antara lain Kakan Kemenag menghimbau seluruh jajaran unit kerja agar tetap mengaktifkan absensi WFH (Work From Home) dan melaporkannya setiap Minggu (hari Senin) ke urusan Kepegawaian Sub Bagian TU Kantor Kemenag Bantaeng.

“Terkait Work From Home atau Kerja di Rumah, Kakannwil menghimbau untuk tetap mengaktifkan Absensi Online WFH, dan saya sudah mengirimkannya ke Kanwil apa adanya meskipun masih ada beberapa yang belum mengisi termasuk rekap laporan yang dibuat oleh Sub Bagian TU”. Tutur Kakan Kemenag.

Hal lain yang disampaikan Kakan Kemenag adalah terkait pelaksanaan Belajar di rumah Sesuai Surat Edaran terakhir Menag, sampai dengan tangga 17 April 2020, Kakan Kemenag menghimbau agar tetap mendorong semangat belajar anak-anak siswa melalui metode pembelajaran secara Daring (Dalam Jaringan), dan jika peserta didik terkendala dari segi fasilitas dan jaringan internet, maka bisa memanfaatkn metode pembelajaran lainnya antara lain melalui media televisi.

Selain itu metode lain yang dapat ditempuh adalah dengan membagikan LKS (Lembar Kerja Siswa) kepada siswa yang tidak dapat mengakses metode pembelajaran diatas.

Menyikapi kondisi ini, Kakan Kemenag menghimbau agar madrasah dapat mengoptimalkan penggunaan dana Bos untuk mendukung pelaksanaan metode-metode pembelajaran tersebut, termasuk kepada semua pihak baik guru honorer (utamanya guru non sertifikasi) maupun kepada siswa yang terdampak covid-19.

Dalam kesempatan itu, Kakan Kemenag juga menyampaikan hasil Rakor Tingkat Kanwil Kemenag Sulsel yang dilaksanakan secara Daring dan dipimpin langsung oleh Kakanwil H. Anwar Abubakar Senin (13/4/20) kemarin.

Disampaikan bahwa menyikapi ditiadakannya Ujian Nasional pada semua jenjang pendidikan untuk tahun 2020 ini dan kelulusan dikembalikan ke madrasah masing-masing, Kakanwil menghimbau agar senantiasa mewaspadai kemungkinan munculnya siswa siluman atau ijazah siluman (Aspal), sehingga dalam penulisan ijazah tersebut dihimbau agar tetap berdasarkan KR-02

Masih terkait Seksi dibawah naungan Dirjen Pendidikan Islam, Kakan Kemenag mengingatkan kepada Kepala Seksi PD Pontren agar senantiasa memantau perkembangan proses pendaftaran PBSB (Program Biaya Santri Berprestasi) bagi santri Pondok Pesantren agar jangan sampai para santri kehilangan peluang untuk melanjutkan study di perguruan-perguruan tinggi negeri di sejumlah PT negeri yang ditunjuk baik di dalam maupun di luar negeri dengan biaya dutanggung oleh pemerintah.

Kepada jajaran Seksi Bimas Islam, Kakan Kemenag mengingatkan agar senantiasa memberikan pelayanan optimal ke masyarakat terkait layanan-layanan yang ada di KUA dengan tetap menerapkan protap yang ditetapkan dalam rangka pencegahan penyebaran covid-19.

“Jadi jangan lagi ada pengumuman yang tertempel di KUA Kecamatan bahwa Pelayanan ditutup untuk semantara, tapi pelayanan tetap dilaksanakan sesuai protap yang telah ditetapkan dalam rangka pencegahan covid-19 dan piket secara bergantian tetap dilaksanakan”. Ujar Kakan Kemenag.

Terkait Rukyatul Hilal dalam rangka penetapan 1 Ramadhan 1441 H,, menurut Kakan Kemenag masih menunggu informasi dan menurutnya, kemungkinan juga akan dilaksanakan secara Daring atau disaksikan dari rumah masing-masing.

Terakhir Kakan Kemenag menyampaikan harapan bapak Kakanwil terkait Covid-19, bahwa korban Covid-19 itu bukanlah aib, sehingga jika korban covid-19 meninggal dunia, Kakanwil berharap jangan sampai terjadi kasus penolakan jenazah seperti yang terjadi di daerah lain sembari tetap berdoa semoga seluruh keluarga serta kerabat kita senantiasa terhindar dari covid-19 dan pandemi ini akan segera berlalu dari negeri yang kita cintai ini. Amiin ya Robbal Alamin.

Laporan : Mahdi
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Arfan

Arfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *