Bimas Islam Kemenag Sidrap Kerahkan Penyuluhnya Jadi Rohaniawan di RSUD Nenek Mallomo

Bimas Islam Kemenag Sidrap Kerahkan Penyuluhnya Jadi Rohaniawan di RSUD Nenek Mallomo

Pangkajene, MarhamahNews – Seluruh dunia dibuat panik dengan merebaknya wabah Virus Corona atau Covid-19, betapa tidak, karena wabah ini begitu massiv dan cepatnya menginfeksi satu orang ke orang yang lain sehingga menimbulkan korban jiwa yang cukup banyak.

Kondisi ini mendorong Pemerintah untuk melakukan berbagai upaya pencegahan seperti memberlakukan sistem work from home bagi Pegawai Negeri Sipil dan mengimbau masyarakat untuk tetap tinggal di rumah agar penyebaran virus tidak meluas.

Hampir seluruh provinsi terpapar Covid-19 sehingga pengawasan pasien yang dalam perawatan di rumah sakit pun diperketat.

Akses yang ditengarai berpeluang terjadinya penyebaran virus ditutup dan dijaga ketat. Bahkan pengelolah RSUD Nenek Mallomo Sidrap yang saat ini menjadi rujukan paien Covid-19 memberlakukan aturan untuk tidak menerima pengunjung atau pembesuk sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang dengan sejumlah Penyuluh Agama yang dimilikinya yang tersebar disetiap Kecamatan tidak tinggal diam dengan adanya musibah Covid 19 ini.

Seperti misalnya Seksi Bimas Islam, dalam hal ini Penyuluh Agama Islam menjalin kerjasama dengan pihak RSUD Nenek Mallomo untuk memberikan layanan bimbingan rohani bagi Emi, pasiem dengan riwayat penyakit jantung yang tengah menjalani perawatan.

“Tujuan utama penyuluh datang ke rumah sakit adalah membantu pasien menumbuhkan kepercayaan dirinya dan semangat untuk sehat selalu ada dalam dirinya, dan yang tak kalah pentingnya membantu pasien membacakan surah yasin serta mendoakan bagi kesembuhan para pasien yang ada dalam perawatan RSUD Nene Mallomo”, ungkap Faisal Sanrang, salah seorang Penyuluh Agama Islam yang bertugas di Kecamatan Maritengngae. Senin, 31 Maret 2020.

Layanan bimbingan spiritual bagi pasien diakui memiliki peran dan manfaat yang sangat efektif bagi penyembuhan pasien. Bahkan peran rohaniawan diakui memberi kontribusi sekitar 20-25 % bagi kesembuhan pasien utamanya dalam memulihkan kondisi psikologisnya.

Menurut Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Kab.Sidrap H. Muslimin Muhtar, bahwa untuk menciptakan Rohaniawan yang profesional maka perlu dilakukam pelatihan bagi para rohaniawan di setiap instansi Rumah Sakit sebagai salah satu bentuk layanan Penyuluh Agama Islam.

“Pada pelatihan ini harus menekankan betapa pentingnya peran agama dalam proses penyembuhan pasien, problematika psikologis pasien”, jelas Muslimin.

“Diharapkan pelatihan ini menjadi wahana tukar gagasan untuk mewujudkan terbentuknya wadah profesi rohaniawan rumah sakit”, pungkasnya.

 

Dilaporkan : Andi Husna
Editor     : A.Baly
Andi Baly

Andi Baly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *