Nikahi Wanita Pujaannya Ditengah Wabah Corona, Humas Kemenag Takalar Minta Maaf

Nikahi Wanita Pujaannya Ditengah Wabah Corona, Humas Kemenag Takalar Minta Maaf
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sinjai, MarhamahNews – Humas Kementerian Agama Kabupaten Takalar Syamsudin bin Syareko Daeng Toppo melangsungkan pernikahannya ditengah mewabahnya Virus Corona yang sangat menakutkan itu.

Deng Tola, demikian karib disapa, menikah di Masjid Khairul Akrabin Benteng, Kecamatan Sinjai Utara, Minggu (29/3/2020). Ia mempersunting Nurhidayah binti Muhammad Jufri, wanita yang dikenalkan oleh Arfain rekan kerjanya yang juga berprofesi sebagai Humas di Kemenag Kabupaten Sinjai beberapa bulan silam.

Meskipun Menteri Agama Fachrul Razi telah mengeluarkan surat edaran untuk bekerja dari rumah (Work From Home) bagi segenap pegawai Kementerian Agama se Indonesia selama Covid-19 ini mewabah, namun bukan berarti pelayanan di Balai Nikah atau KUA harus terhenti.

Seperti yang dilakonkan oleh Agussariman,  Kepala KUA Kecamatan Sinjai yang tetap menjalankan tugasnya selaku penghulu untuk menikahkan Deng Tola dan Nurhidayah meskipun wabah virus corona penyebarannya semakin mencemaskan.

Dalam kondisi kebatinan yang diliputi kekhawatiran akan virus corona karena keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD), Kepala KUA Kec.Sinjai Utara ini tetap memberikan layanan akad nikah bagi calon pengantin yang telah terdaftar dan telah diagendakan sebelumnya.

Agussariman mengatakan bahwa pasangan yang hendak melangsungkan akad nikah tetap dilayani seperti hari-hari biasanya. “Ini kebijakan dari pusat untuk yang sudah daftar tetap harus dilayani dengan baik. Tapi ada penyesuaian protokol sesuai anjuran Dirjen Bimas Islam”, Ujarnya

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa penghulu, wali, saksi, dan calon pengantin yang hendak melangsungkan  akad nikah  harus mengikuti persyaratan standar, yakni mengenakan masker dan sarung tangan, dan maksimal dihadiri 10 orang keluarga baik itu yang dilangsungkan di Balai Nikah Maupun di Luar Balai Nikah.

“Khusus di luar balai nikah, harus dengan ruangan terbuka dan mengatur jarak 1 sampai 2 meter agar akad nikah berjalan aman. Dan untuk acara resepsi pernikahan dari pasangan pengantin itu harus diundur sampai wabah corona meredah sebagaimana inbauan pemerintah”, tambahnya

Sementara itu, Deng Tola yang ditemui usai akad nikah menuturkan bahwa rencana pernikahannya ini telah diagendakan jauh sebelum virus corona ini muncul di Wuhan China.

“Sulit untuk membatalkannya. Kami berdua dan keluarga telah mengagendakan untuk menggelarnya hari ini. Untuk itu kami memohon maaf bila tidak sempat mengundang rekan-rekan dan keluarga yang berdomisili diluar Sinjai”, ucap Deng Tola

“Prosesi pernikaham kami tetap mengindahkan imbauan pemerintah. Konsentrasi dan kerumunan massa mesti dihindari. Sekali lagi atas nama keluarga, saya meminta maaf jika pernikahan saya ini tetap digelar ditengah mewabahnya virus corona”, lanjutnya

Ucapan selamat pun membanjiri group WhatsApp Forum Humas Kemenag Sulsel dari rekannya sesama Humas Kemenag se Sulawesi Selatan.

“Selamat menempuh hidup baru pindu. Samawaki. Semoga ini pernikahan yang terakhir. Bukanji seperangkat antibiotik dan disinfektan maharta”, tulis Rizkayadi Humas Kemenag Kota Makassar berseloroh.

Mantan Kasubag Inmas dan Humas Kanwil Kemenag Sulsel pun turut mengirimkan ucapannya. “Selamat berbahagia saudaraku. Pengantin baru harus di isolasi dalam kamar selama 14 hari”, Tulis H.Sofyan Akhmad.

 

Ditulis : Faink / A.Baly
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Andi Baly

Andi Baly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *