Bersama Kadis Dikbud, Kakan Kemenag Bantaeng Wisuda 371 Santri TPA

Bersama Kadis Dikbud, Kakan Kemenag Bantaeng Wisuda 371 Santri TPA
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bantaeng, MarhamahNews – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantaeng kembali menggelar wisuda santri-santriwati TKA/TPA se Kecamatan Bantaeng Tahun 2020, bertempat di Gedung Balai Kartini Kab. Bantaeng, Kamis, 27 Februari 2020.

Wisuda Santri-Santriwati TKA-TPA dengan tema “Mencetak Generasi Qur’an Yang Beriman Dan BerAkhlak Mulia” ini diikuti sebanyak 371 wisudawan dari 39 TKA-TPA se Kecamatan Bantaeng ditambah 4 SD yakni: SD 5 Lembang Cina, SD 7 Letta, SD Inpres Tappanjeng dan SD Inpres Teladan Merpati, demikian disampaikan Ketua Panitia Sopyan Yasri dalam laporannya.

Hadir Bupati Bantaeng yang diwakili oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Bantaeng H. Abd. Haris dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantaeng Dr. H. Muhammad Yunus, didampingi Kepala KUA Kecamatan Bantaeng H. Hamka,

Sopyan Yasri lebih lanjut melaporkan bahwa prosesi Wisuda Santri yang digelar siang ini diawali dengan ujian munaqish sejak tanggal 18 Januari 2020 yang dilaksanakan di KUA Kecamatan hingga 10 hari sebelum pelaksanaan wisuda siang ini.

Jumlah wisudawan tahun ini meningkat dari tahun lalu (tahun 2019 : 287 wisudawan), terlihat dari banyaknya pendaftar sejak dibuka tanggal 2 Februari 2020 hingga sehari sebelum wisuda.

Dilanjutkan Sopyan bahwa dari hasil munaqish santri yang digelar panitia, pihaknya melakukan evaluasi.

“Bahwa secara umum anak-anak kita telah berhasil mengenal huruf-huruf Al Qur’an, akan tetapi kami himbau kepada para ustadz dan ustadzah pembina TKA/TPA untuk lebih memperhatikan mengenai makharijul huruf serta bacaan dan praktek shalat dan wudhu”. Tutur Penyuluh Fungsional KUA Kecamatan Bantaeng ini.

Ditekankan Sopyan bahwa wisuda ini hanya sampai pada pengenalan huruf, sehingga jangan kemudian setelah wisuda para santri tidak mau mengaji lagi. Ujarnya.

“Untuk itu dihimbau kepada para orang tua santri untuk terus mendorong anak-anaknya agar terus mempelajari dan mendalami Al Qur’an”. Imbuhnya.

“Akhirnya diucapkan banyak terima kasih kepada para pembina TKA/TPA serta seluruh pihak yang telah melakukan pembinaan guna mengawal dan mengenalkan Al Qur’an ini kepada anak-anak kita membaca Al Qur’an”. Pungkasnya.

Sementara itu Kakan Kemenag Bantaeng dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada para santri dan orang tua santri yang diwisuda hari ini.

“Kewajiban mengajar Al Qur’an sesungguhnya melekat kepada kita sebagai orang tua, namun karena kesibukan kita sehingga kita tidak sempat mengajari anak-anak kita “. Tutur Kakan Kemenag.

“Untuk itu, atas nama orang tua santri saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ustadz-ustadzah yang telah mendidik anak-anak kita dengan penuh ketulusan dan keikhlasan sehingga bisa mengenal huruf, bisa memahami Makharijul Huruf dan bisa memahami Al Quran sehingga pada siang hari ini telah dinyatakan khatamul Al Qur’an”. Tambahnya.

Dilanjutkan Kakan Kemenag bahwa mengajar AlQur’an bukanlah pekerjaan mudah, akan tetapi jauh lebih berat dan memiliki nilai yang jauh lebih tinggi ketimbang mengajar ilmu-limu yang lainnya,

Diungkapkan pula bahwa sepanjang pemantauan Kakan Kemenag, masih banyak TPA/TKA kita yang memprihatinkan, dari mulai sarana hingga pengadaan Al Qur’an.

Untuk itu Kakan Kemenag mengharap agar para orang tua untuk turut memperhatikan lembaga-lembaga TKA/TPA yang ada di kelurahan dan desa masing-masing

“Akhirnya atas nama keluarga besar Kementerian Agama Kab. Bantaeng saya menyampaikan selamat kepada para Santri-santriwati yang pada hari ini di wisuda, saya yakin dari wisuda yang dilaksanakan hari ini akan lahir Hafidz-hafidzah ataupun Qari-Qari’ah yang akan berprestasi baik di tingkat Kabupaten hingga ke tingkat provinsi”. Ucapnya menutup sambutannya.

Senada dengan Kakan Kemenag, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan dalam sambutannya juga yakin dari 371 santri TKA/TPA yang diwisuda hari ini, akan lahir Qari-Qari’ah serta hafidz hafidzah yang akan berprestasi hingga ke tingkat Provinsi

Selanjutnya, Abd. Haris sangat mengapresiasi jajaran KUA Kecanatan Bantaeng atas kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini.

“Apa yang kita laksanakan pada hari ini, Selangkah lebih maju lagi dalam memerangi buta aksara Al Qur’an di Kabupaten Bantaeng”. Tuturnya.

Menurutnya, kedepan pihaknya berwacana, pembinaan TPK/TPA yang selama ini ditangani oleh Bagian Kesra Setda Bantaeng akan diupayakan untuk dialihkan ke Desa/Kelurahan.

“Saya yakin dari 67 Desa/Kelurahan yang ada di Kab. Bantaeng, jika semuanya aktif dalam pembinaan TKA/TPA maka saya yakin dan percaya tidak ada lagi yang buta huruf Al Qur’an di Kab. Bantaeng”. Ucapnya.

Lebih jauh dari itu Abd Haris juga mengungkapkan rencananya kedepan untuk mengembangkan Madrasah Diniyah yang berbasis Sekolah Reguler.

“Saya ini alumni Diniyah, untuk itu saya bersama adinda saya, Kepala Kantor Kemenag Bantaeng akan mengembangkan program Dininiyah Takmiliyah yang berbasis Sekolah Reguler. Ini Pekerjaan Rumah juga buat Kepala Kantor Kemenag Bantaeng.”. Tuturnya.

“Dan jika ini berjalan dengan baik, TKA/TPA berjalan dengan baik, Diniyahnya berjalan dengan baik, dan Pendidikan Regulernya juga berjalan dengan baik, maka Insya Allah 3 pilar pembangunan yakni pembangunan Spritual, pembangunan emosional dan pembangunan intelektual akan mudah tercapai”. Ucapnya yakin

Kepada pihak KUA Kecamatan, Kadis Dikbud mengusulkan kepada Kepala KUA, kedepan sebagai salah satu syarat dalam menikahkan anaknya, calon pengantin harus mengantongi sertifikat khatam Al Qur’an.

Sedang kepada para pembina TKA/TPA Abd Haris berjanji akan memperjuangkan kesejahteraan para ustadz-ustadzah yang selama ini kurang mendapat perhatian dari Pemerintah.

“Saya menilai selama ini tidak berbanding lurus antara upaya pembinaan baca tulis Al Qur’an dengan tingkat kesejahteraan para pembinanya”. Ungkapnya.

“Untuk itu saya berharap para pembina TKA/TPA ini kedepan akan mendapat perhatian yang lebih dari Pemerintah atas apa yang telah dilakukan selama ini”. Ucapnya.

Prosesi Wisuda juga dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada 3 orang guru atau pembina TKA/TPA terbaik dan juga penghargaan 10 orang santri terbaik.

Penulis : Mahdi
Editor  : Arfan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Arfan

Arfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *