Kasi Penmad Urai POS UM Pada MKKM

Kasi Penmad Urai POS UM Pada MKKM
Bagikan
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bulukumba, (Inmas Bulukumba) – Musyawarah Kelompok Kerja Madrasah (MKKM) tingkat Madrasah Aliyah rutin dilaksanakan secara bergiliran di madrasah aliyah se-Kabupaten Bulukumba. Untuk bulan februari ini, MKKM menggelar rapat rutin, selasa, (18/02/2020) di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Bulukumba.

Rapat rutin kali ini mengagendakan persiapan ujian madrasah tahun 2020 yang terdiri dari Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN BK), dan ujian madrasah.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Drs. H. Muhammad Yunus, M.Pd.I menyampaikan UNBK dan UAMBN BK merupakan ujian akhir yang akan dihadapi peserta didik yang soalnya disusun oleh tim Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama Repunlik Indonesia.

Sementara pelaksanaan ujian madrasah sesuai Prosedur Operasional Standar Ujian Madrasah sebagaimana ketetapan SK Ditjen Pendis Nomor 247 Tahun 2020 yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 43 Tahun 2019.

Regulasi ini mengamanatkan tentang penghapusan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan menyerahkan penyelenggaraan ujian kepada masing-masing satuan pendidikan, termasuk madrasah, sehingga penetapan peserta, bentuk ujian, pembuatan kisi-kisi dan naskah soal, waktu atau jadwal penyelenggaraan, diserahkan kepada masing-masing madrasah.

Ditambahkannya, hasil koordinasi bidang pendidikan madrasah Kanwil Kemenag Sulsel, mengamanatkan peran tim teaching MGMP untuk melakukan validasi naskah soal yang telah disusun oleh guru mata pelajaran di satuan pendidikan berdasarkan kisi-kisi ujian madrasah.

Kasi Pennmad menegaskan bahwa dalam pelaksanaan UMBNBK agar memperhatikan faktor kognitif peserta didik dan aspek apektif dari proses paedagogi yang selama ini berlangsung pada satuan pendidikan.

Sementara Pimpinan Ponpes Darul Istiqamah Bulukumba KH. Dr. Muzakkir M. Arif, Lc, MA sangat mengapresiaai pelaksanaan rapat MKKM ini karena selain mematangkan program juga merupakan wadah silaturahmi yang meningkatkan pengetahuan khususnya dalam pembinaan akhlak peserta didik.

Pimpinan ponpes berharap, MKKM menjadi wadah kontempelasi akan amanat yang diemban sehingga kepala madrasah mampu berperan dan mengawal pembangunan serta pengembangan masyarakat khususnya di Kabupaten Bulukumba.

“Jika amanat ini merasuk ke dalam jiwa setiap pemimpin, pasti terlihat kebaikan pada ucapan, pikiran, dan tindakannya” jelasnya.

Ditambahkannya, sebagai pendidik anak bangsa, Kepala madrasah dan guru dapat meluangkan waktu berdiskusi pada diskursus metodologis peningkatan akhlak peserta didik terutama dalam konteks tantangan dan godaan globalisasi. (sfl)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Syaiful

Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *