Jelang Musim Haji 2020, Sulsel Butuh 32 Petugas Haji

Jelang Musim Haji 2020, Sulsel Butuh 32 Petugas Haji

Makassar, MarhamahNews – Musim Haji tahun 2020 ini sudah dekat, berbagai persiapan dan proses pelaksanaan sudah mulai dikerjakan, salahsatunya dimana Kementerian Agama RI mulai membuka rekrutmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji Tahun 2020 tingkat daerah, tidak terkecuali di Provinsi Sulawesi Selatan.

Kakanwil Kemenag Provinsi Sulsel H. Anwar Abubakar menyampaikan bahwa Rekruitmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 1441H/2020M dilakukan secara terbuka dan transparan sesuai dengan regulasi yang sudah ditetapkan. Beliau juga mengharapkan agar petugas haji yang terpilih adalah mereka yang amanah dan bertanggung jawab.

“Di utamakan petugas yang memiliki sifat amanah, tanggung jawab, serta memiliki rasa kebersamaan, dan secara Khusus Bapak Menag RI berpesan agar petugas haji terbebas dari unsur yang mengarah pada ekstrimisme dalam beragama”. Ungkap Anwar.

Anwar Abubakar menilai, petugas haji memegang peranan penting dalam proses Pembinaan, pelayanan dan perlindungan Jemaah haji yang berdampak langsung pada kepuasan jemaah. Prestasi yang telah dicapai selama ini, tidak terlepas dari kinerja petugas haji. Karenanya, prestasi itu harus dipertahankan bahkan ditingkatkan, Pintanya.

Sementara itu, Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel H. Kaswad sartono menjelaskan, bila Kuota tahun 2020 ini sama dengan tahun kemarin, berarti Jumlah Kuota untuk Embarkasi Makassar (terdiri dari 8 Provinsi di Indonesia Timur) sebanyak 15.736 orang JCH, Dan khusus Propinsi Sulawesi Selatan tetap berada pada angka 7.296 Jemaah Calon haji. Dari jumlah JCH tersebut artinya Sulsel butuh 32 orang Petugas haji Kloter dengan Rincian 16 orang Ketua Kloter (TPHI) dan 16 Orang TPIHI (Pembimbing Ibadah) dari total 70 orang se Embarkasi Makassar, Papar Ketua Forum Kabid PHU se Indonesia ini.

Menaggapi soal Rekruitmen Petugas Haji, Kaswad mengemukakan bahwa Untuk rekrutmen petugas haji tahun 2020 ini ada beberapa perubahan mendasar antara lain pertama sistem CAT dimulai sejak di tingkat Kemenag Kab/Kota; kedua untuk pembimbing kloter (TPIHI) disyaratkan sudah memiliki sertifikat pembimbing haji; ketiga rekrutmen Petugas Haji Daerah (pengganti istilah TPHD) dilaksanakan oleh Kemenag dengan tetap berkoordinasi dengan Pemda, Tambah Kaswad.

“Proses rekrutmen ini dilakukan secara berjenjang dan transparan, guna mendapatkan petugas yang memiliki kompetensi sekaligus komitmen dalam penyelenggaraan ibadah haji”.

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Bina Haji Reguler dan Advokasi Haji pada Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Prov. Sulsel H. Solihin Syamsuddin di Ruang Kerjanya, Jumat, 24 Januari 2020.

“Rekrutmen petugas haji kita lakukan secara berjenjang. Untuk tingkat Kabupaten/Kota, pendaftaran sudah mulai dibuka sejak 20 hingga 29 Januari 2020,” jelas Solihin

Selanjutnya, menurut H. Solihin peserta yang lulus seleksi administrasi di Tingkat Kabupaten/Kota akan diumumkan pada 31 Januari 2020. “Mereka kemudian akan mengikuti tes kompetensi tingkat pertama di Kabupaten/Kota pada 4 Februari 2020,” tutur nya lagi.

“Peserta yang lolos seleksi di Kabupaten/Kota, berhak mengikuti seleksi di tingkat Kanwil yang akan dilakukan pada 13 Februari 2020,” imbuhnya.

Laporan : Mawardy Siradj
Arfan

Arfan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *